Satu-Satunya Universitas Jesuit di Indonesia Ada di Yogyakarta
ยทwaktu baca 2 menit

Lebih dari 500 tahun lalu, Jesuit atau Serikat Yesus membangun tradisi pendidikan yang kemudian berkembang menjadi salah satu jaringan pendidikan terbesar di dunia. Hingga kini, jaringan tersebut mencakup lebih dari 200 universitas dan lembaga riset yang tersebar di berbagai negara.
Di Indonesia, jaringan pendidikan global itu hanya memiliki satu universitas, yakni Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, seperti yang disampaikan Rektor Universitas Sanata Dharma, Romo Albertus Bagus Laksana
"Kami adalah Universitas Jesuit satu-satunya di Indonesia," ujar Romo Albertus.
Status tersebut menempatkan USD dalam jejaring pendidikan internasional yang telah berkontribusi terhadap perkembangan pendidikan dunia selama berabad-abad. Melalui jaringan itu, mahasiswa memiliki akses terhadap berbagai program kolaborasi akademik dan pertukaran pelajar dengan universitas-universitas Jesuit di berbagai negara.
Bagi USD, keanggotaan dalam jaringan Jesuit tidak hanya menjadi identitas institusi, tetapi juga modal penting dalam pengembangan pendidikan dan kerja sama global. Menurut Rektor USD, kekuatan utama tersebut terletak pada skala dan rekam jejak jaringan Jesuit yang telah teruji selama ratusan tahun.
"Ini jaringan yang raksasa di dunia dan sudah terbukti 500 tahun ini atau lebih itu mengisi sektor atau mendinamisir sektor pendidikan global dan di Indonesia universitasnya memang ada satu saja tetapi pendidikan menengahnya ada beberapa ya," katanya.
Namun, keunggulan USD tidak hanya bertumpu pada jejaring internasional. Di dalam kampus, universitas ini juga mengembangkan pendekatan pendidikan yang menekankan pembentukan manusia secara utuh melalui program Formasi Cerdas Humanis.
Program tersebut merupakan pendampingan yang diberikan kepada mahasiswa sejak awal masuk hingga menyelesaikan studi. Tujuannya bukan semata-mata menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kematangan pribadi.
"Pendidikannya kemanusiaan yang integral, humanisme yang integral tidak hanya aspek pengetahuan, tidak hanya aspek skill tetapi seluruh aspek diri dia sebagai manusia itu sangat ditekankan. Jadi kekuatannya pada program pembinaan pendidikan para mahasiswanya," jelas Romo Albertus.
Melalui pendekatan tersebut, USD berupaya menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perubahan, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
"Kami akan mendidik kalian tidak untuk menjadi pekerja saja untuk industri apapun, tetapi menjadi manusia yang bisa berpikir, bisa merespon keadaan dengan cara yang lebih agile, lebih seperti citah, seperti harimau yang kencang larinya," pungkasnya.
