Sejumlah Penerbangan Jakarta, Solo, Batam, Bali Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada operasional penerbangan di sejumlah bandara pada Minggu (6/9). Sejumlah penerbangan dari dan menuju Jakarta dibatalkan, sementara beberapa penerbangan lainnya mengalami penyesuaian jadwal.
Di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, sejumlah penerbangan dibatalkan pada Minggu pagi. Berdasarkan pantauan kumparan di lokasi sekitar pukul 07.30 WIB melalui layar informasi penerbangan (Flight Information Display System/FIDS), pembatalan terjadi pada beberapa rute keberangkatan maupun kedatangan domestik.
Pada jadwal keberangkatan, penerbangan yang tercatat dibatalkan antara lain Batik Air ID 7581 tujuan Malang dengan jadwal 06.55 WIB, Citilink QG 0196 tujuan Denpasar pada 07.05 WIB, dan Batik Air ID 7513 tujuan Surabaya pada 08.50 WIB.
Sementara pada papan informasi kedatangan, penerbangan yang berstatus dibatalkan meliputi Citilink QG 1101 dari Yogyakarta dengan jadwal 09.30 WIB dan Citilink QG 0197 dari Denpasar pada 11.20 WIB.
Sebelumnya, operasional penerbangan sipil di Bandara Halim Perdanakusuma juga ditutup sementara mulai pukul 07.20 WIB hingga estimasi pukul 10.00 WIB. Penutupan dilakukan setelah terdeteksi sebaran abu vulkanik di area bandara.
Penerbangan Solo-Jakarta Dibatalkan
Dampak sebaran abu vulkanik juga dirasakan di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Boyolali. Satu penerbangan rute Solo-Jakarta dibatalkan pada Minggu pagi.
Branch Communication, CSR, and Legal Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Adi Soemarmo, Tyas Ayu Novitasari, mengatakan penerbangan yang dibatalkan merupakan Batik Air dengan tujuan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK). Pesawat tersebut dijadwalkan berangkat pukul 07.10 WIB.
“Ya ada cancel flight tujuan CGK (Bandara Udara Internasional Soekarno-Hatta). Pesawat Batik Air, estimasi keberangkatan pagi ini pukul 7.10 WIB,” ujar Tyas pada kumparan, Minggu (6/9).
Tyas mengatakan, jumlah penerbangan yang terdampak masih dapat bertambah.
Berdasarkan NOTAM (Notice to Airmen atau Notice to Air Missions) yang diterima Bandara Adi Soemarmo, operasional Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara hingga pukul 09.30 WIB.
“Ini (notam) jadwal operasional CGK yang close hari ini (Minggu) yang diterima Bandara Adi Soemarmo sampai pukul 9.30 WIB. Data masih update. Masih bisa bertambah,” pungkasnya.
Sejumlah Penerbangan dari dan ke Batam Dibatalkan
Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau juga berimbas pada sejumlah penerbangan dari dan menuju Batam.
PT Bandara Internasional Batam (PT BIB) menyatakan kondisi tersebut menyebabkan penyesuaian jadwal penerbangan, khususnya pada rute yang berkaitan dengan bandara terdampak.
Berdasarkan informasi yang diterima hingga pukul 06.00 WIB, Bandara Internasional Soekarno-Hatta menghentikan sementara operasional penerbangan pada pukul 05.30–09.30 WIB. Sementara Bandara Internasional Radin Inten II menghentikan operasional pada pukul 07.00–08.00 WIB.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah penerbangan dari dan menuju Batam dibatalkan.
Untuk rute Jakarta–Batam (CGK–BTH), penerbangan yang dibatalkan adalah Super Air Jet IU-850 dan Citilink Indonesia QG-940.
Sementara untuk rute Batam–Jakarta (BTH–CGK), pembatalan terjadi pada Batik Air ID-6863, Super Air Jet IU-851, dan Citilink Indonesia QG-941.
Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam, Annang Setia Budhi, mengatakan pihaknya meningkatkan koordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk mengantisipasi potensi kepadatan penumpang akibat perubahan maupun pembatalan penerbangan.
"Manajemen PT BIB meningkatkan koordinasi dengan maskapai dan pihak terkait, melakukan pemantauan arus penumpang secara berkala, serta mengoptimalkan kesiapan fasilitas dan personel pendukung di area terminal," kata Annang dalam pernyataan resmi PT BIB, Minggu (6/9).
Menurut Annang, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan calon penumpang memperoleh informasi yang jelas, pelayanan yang optimal, serta bantuan yang diperlukan selama berada di area bandara.
PT BIB menyatakan terus memantau perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap operasional penerbangan. Penyesuaian operasional dapat dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan serta informasi resmi dari otoritas penerbangan.
Penerbangan Bali-Jakarta Juga Terdampak
Sementara itu, sejumlah penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mengalami pembatalan dan penyesuaian jadwal akibat peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Gede Eka Sandi Asmadi, mengatakan operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Ngurah Rai secara umum tetap berjalan normal dan optimal.
Berdasarkan pembaruan hingga Minggu (6/9) pukul 10.00 WITA, terdapat sejumlah penerbangan yang dibatalkan maupun mengalami penyesuaian jadwal.
Pada penerbangan kedatangan, lima penerbangan dari Jakarta menuju Bali dibatalkan, yakni TransNusa 8B5106, TransNusa 8B5104, Indonesia AirAsia QZ808, Indonesia AirAsia QZ806, dan Indonesia AirAsia QZ802.
Sementara pada penerbangan keberangkatan dari Bali, sejumlah penerbangan menuju Jakarta juga dibatalkan. Penerbangan tersebut berasal dari Garuda Indonesia, TransNusa, Indonesia AirAsia, dan Citilink. Satu penerbangan Garuda Indonesia GA403 rute Denpasar-Jakarta mengalami keterlambatan.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali berkoordinasi dengan maskapai untuk memperbarui jadwal penerbangan dan menangani calon penumpang yang terdampak.
Manajemen bandara juga berkoordinasi dengan AirNav Indonesia untuk memantau ruang udara yang terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Bandara Ngurah Rai turut menyiapkan layanan service recovery bagi penumpang dari penerbangan terdampak yang telah berada di terminal bandara.
Penerbangan Semarang-Jakarta Juga Terdampak
Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau juga dirasakan di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang. Sejumlah penerbangan dibatalkan dan mengalami keterlambatan pada Minggu (6/9).
General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, mengatakan berdasarkan pembaruan per pukul 09.20 WIB, terdapat tujuh penerbangan yang dibatalkan, terdiri atas empat penerbangan keberangkatan dan tiga penerbangan kedatangan.
Empat penerbangan keberangkatan yang dibatalkan yakni Batik Air ID 7369 tujuan Jakarta (CGK), Super Air Jet SI 570 tujuan Karimunjawa (KWB), Garuda Indonesia GA 231 tujuan Jakarta, dan Garuda Indonesia GA 235 tujuan Jakarta.
Sementara tiga penerbangan kedatangan yang dibatalkan yakni Batik Air ID 6338 dari Jakarta, Super Air Jet SI 571 dari Karimunjawa, dan Garuda Indonesia GA 232 dari Jakarta.
Selain itu, dua penerbangan keberangkatan dan dua penerbangan kedatangan mengalami keterlambatan.
Sulistyo mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan berkoordinasi dengan BMKG serta AirNav Indonesia untuk memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas.
Koordinasi dilakukan untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi cuaca, potensi sebaran abu vulkanik, serta dampaknya terhadap operasional dan keselamatan penerbangan.
Bandara Ahmad Yani juga berkoordinasi dengan maskapai, ground handling, dan pemangku kepentingan lainnya terkait operasional penerbangan. Bandara turut bekerja sama dengan penyedia transportasi darat sebagai langkah antisipasi.
Sulistyo mengimbau pengguna jasa bandara mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum melakukan perjalanan. Untuk informasi kebandarudaraan, masyarakat dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports 172.
Bandara Ahmad Yani menyatakan akan terus memantau situasi dan melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan operasional penerbangan berjalan aman sesuai kondisi terkini.
Penumpang Diminta Cek Status Penerbangan
Pengelola bandara di sejumlah daerah mengimbau calon penumpang melakukan konfirmasi secara berkala kepada maskapai terkait status dan jadwal penerbangan sebelum berangkat menuju bandara.
Penumpang juga diminta mengikuti informasi resmi dari maskapai dan pengelola bandara untuk mengantisipasi perubahan jadwal, keterlambatan, maupun pembatalan penerbangan.
