Sekolah Rakyat Berprinsip Setiap Siswa Berharga, ESQ Dukung Pemetaan Talenta

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menerima audiensi dari Founder ESQ Ary Ginanjar dan tim di Cafe Selalu Ada Kopi di Kementerian Sosial, Senin (13/7/2026). Foto: Kemensos RI
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menerima audiensi dari Founder ESQ Ary Ginanjar dan tim di Cafe Selalu Ada Kopi di Kementerian Sosial, Senin (13/7/2026). Foto: Kemensos RI

Pemetaan talenta siswa Sekolah Rakyat terus berlanjut di tahun ajaran baru 2026/2027. Para siswa baru akan menjalani tes Talent DNA untuk mengidentifikasi bakat dan minatnya.

Founder ESQ Corp Ary Ginanjar menyampaikan dukungan terhadap pengembangan talenta siswa Sekolah Rakyat akan terus berlanjut untuk mendukung penguatan ekosistem talenta sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan dalam audiensi dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial, Senin (13/7/2026).

Menanggapi dukungan ini Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, Sekolah Rakyat akan memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di 19 titik dengan total 5.130 siswa baru pada tanggal 14 Juli 2026 dan terus bertambah secara bertahap.

"Jadi kita besok mulai MPLS di 19 titik dengan jumlah siswa 5.130. Semuanya nanti tahun ini kita terima sekitar 30-an ribu. Sekarang sudah 28 ribu. Nanti naik terus. Jadi 45.000 targetnya tahun ini. Tahun depan, 100.000 lebih yang diterima," ujar Gus Ipul.

Sebagai langkah konkret, Ary Ginanjar menyatakan ESQ akan melaksanakan pemetaan talenta bagi siswa Sekolah Rakyat dengan menyediakan 100.000 kuota Talent DNA secara gratis. Hal ini diharapkan dapat membantu siswa mengenali potensi diri hingga memperoleh pendampingan sesuai dengan bakat dan karakter masing-masing.

Dalam kesempatan ini juga ditayangkan video Putri, siswi Sekolah Rakyat asal Pontianak yang telah mengikuti pemetaan Talent DNA. Putri mengaku hasil pemetaan tersebut membuatnya semakin memahami potensi dirinya.

"Saya tahu bahwa saya punya kekuatan competitive dan troubleshooter. Dari situ saya lebih yakin pada diri, lebih semangat, dan lebih berani," ujar Putri dalam tayangan video.

Ary menambahkan, selama satu tahun terakhir ESQ telah mengikuti perkembangan Sekolah Rakyat melalui pemetaan Talent DNA terhadap siswa, guru, dan kepala sekolah.

Ia mengatakan, pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya pemetaan talenta bagi setiap anak.

"Saya yakin sekalian anak Indonesia lainnya juga bisa menemukan masa depannya," ujarnya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menerima audiensi dari Founder ESQ Ary Ginanjar dan tim di Cafe Selalu Ada Kopi di Kementerian Sosial, Senin (13/7/2026). Foto: Kemensos RI

Senior Konsultan ESQ Diana memaparkan hasil pemetaan terhadap siswa Sekolah Rakyat. Hasil tersebut menunjukkan siswa memiliki kekuatan pada karakter ketulusan, perfeksionis, kesetaraan, pemaaf, dan harmonis.

Sementara itu, aspek yang masih perlu diperkuat antara lain kemampuan intuitif, kepercayaan diri, ketegasan, kemampuan mengarahkan, dan kemampuan menjelaskan.

Selain pemetaan talenta, ESQ juga memperkenalkan konsep AI Coaching Talenta Sekolah Rakyat yang dirancang sebagai pendamping pengembangan diri siswa secara personal dan berkelanjutan.

"Ini jadi keunggulan Sekolah Rakyat. Di Sekolah Rakyat itu setiap orang itu berharga sesuai talentanya masing-masing," katanya.

Gus Ipul pun setuju dengan konsep ini dan mengusulkan agar pesan tersebut menjadi identitas Sekolah Rakyat.

"Bagus itu, karena di Sekolah Rakyat itu setiap siswa itu berharga," ujar Gus Ipul menutup pertemuan.