Sekpri Said Aqil Klarifikasi soal Cerita Ada Uang Rp 1 M di Muktamar NU

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) hasil tabulasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) KH Said Aqil Siroj berjalan saat akan bermusyawarah secara tertutup di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2026). Foto: Syaiful Arif/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Seorang Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) hasil tabulasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) KH Said Aqil Siroj berjalan saat akan bermusyawarah secara tertutup di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2026). Foto: Syaiful Arif/ANTARA FOTO

Sekretaris Pribadi mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, M. Sofwan Erce, memberikan klarifikasi terkait pernyataan KH Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur mengenai cerita uang Rp 1 miliar yang dikaitkan dengan Kiai Said setelah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang.

"Menyikapi pemberitaan yang memuat pernyataan KH Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur mengenai cerita uang Rp 1 miliar yang dikaitkan dengan KH Said Aqil Siroj setelah Muktamar Nahdlatul Ulama, pihak KH Said Aqil Siroj menyampaikan klarifikasi," kata Sofwan kepada wartawan, Senin (28/9).

Sebelumnya, Gus Lilur mengeklaim Kiai Said pernah menghubunginya terkait rencana pengembalian uang Rp1 miliar yang disebut diterima setelah Muktamar ke-35 NU. Dalam cerita Gus Lilur, uang tersebut disebut sebagai titipan dari pihak tertentu.

Sofwan meminta nama Kiai Said tidak dikaitkan dengan cerita yang disampaikan Gus Lilur.

"Kiai Said meminta agar Pak Lilur tidak mengait-kaitkan dengan Kiai Said," ujarnya.

Sidang Pleno III Muktamar ke-35 NU di Gedung Serba Guna (GSG) Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Sabtu (29/8/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Menurut Sofwan, pernyataan tersebut merupakan penegasan posisi Kiai Said atas narasi mengenai uang Rp 1 miliar yang beredar di publik.

Sofwan juga meminta masyarakat dan media membedakan antara keterangan yang benar-benar disampaikan Kiai Said dengan klaim atau cerita pihak lain yang menggunakan namanya.

"Klarifikasi ini penting disampaikan agar masyarakat dan media dapat membedakan antara keterangan yang disampaikan langsung oleh KH Said Aqil Siroj dengan cerita atau klaim pihak lain yang membawa-bawa nama beliau," terang dia.

Atas dasar itu, Sofwan kembali meminta Gus Lilur tidak mengaitkan nama Kiai Said dengan cerita mengenai uang tersebut.

"Dengan demikian, KH Said Aqil Siroj meminta agar Pak Lilur tidak lagi mengaitkan nama beliau dengan cerita mengenai uangsebagaimana diberitakan," terang dia.

Suasana Sidang Pleno III Muktamar ke-35 NU di Ponpes Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Sofwan mengatakan pernyataan tersebut sekaligus menjadi hak jawab Kiai Said atas pemberitaan yang telah beredar di ruang publik.

"Klarifikasi ini disampaikan sebagai hak jawab dan penegasan posisi KH Said Aqil Siroj atas pemberitaan yang beredar di ruang publik," tandasnya.

Sebelumnya, Gus Lilur menjadi sorotan setelah mengungkap dugaan aliran uang dalam jumlah besar pada Muktamar ke-35 NU di Jombang.

Belakangan, Gus Lilur juga membawa nama Kiai Said Aqil dalam cerita mengenai uang Rp 1 miliar. Ia mengklaim Said Aqil sempat menghubunginya untuk mengomunikasikan rencana pengembalian uang yang disebut diterima setelah seluruh rangkaian Muktamar NU selesai.

Gus Lilur sendiri mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa pemberi uang tersebut.