Semeru Jadi Gunung Paling Sering Erupsi dalam 100 Hari Terakhir

Indonesia yang berada di jalur Cincin Api Pasifik kaya akan gunung api aktif. Tak heran jika aktivitas erupsi kerap terjadi dan menjadi dinamika alam di Tanah Air.
Tak jarang, beberapa gunung erupsi dalam satu hari. Menurut Badan Geologi Kementerian ESDM, itu adalah hal yang wajar.
"Beberapa gunung api memang dapat erupsi pada hari yang sama secara alami dan ini tidak memicu aktivitas satu gunung dengan gunung lainnya. Hal ini karena erupsi gunung api adalah hal yang wajar, mengingat kita berada pada daerah Cincin Api Pasifik yang memiliki banyak gunung api,โ ungkap Badan Geologi, Senin (7/9).
Yang penting untuk dipahami, menurut Badan Geologi, erupsi adalah aktivitas rutin gunung api dan erupsi tidak selalu dalam skala besar.
"Erupsi beberapa gunung api yang terjadi pada hari yang sama merupakan aktivitas vulkanis yang alami dan tidak saling memicu satu dan lainnya," tegas Badan Geologi.
Badan Geologi juga melampirkan data bahwa terdapat ribuan erupsi di Indonesia dalam 100 hari terakhir. Lima gunung dengan frekuensi erupsi terbanyak meliputi:
Gunung Semeru (Jawa Timur)
Gunung Ibu (Maluku Utara)
Gunung Lewotobi Laki-Laki (Nusa Tenggara Timur)
Gunung Dukono (Maluku Utara)
Gunung Ili Lewotolok (Nusa Tenggara Timur)
Aktivitas Erupsi Hari Ini
Pada Senin (7/9), Gunung Semeru kembali meletus pada pukul 04.50 WIB. Meski visual letusan tidak teramati, erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 17 mm dan durasi 112 detik.
Di hari yang sama, Gunung Ibu mencatatkan letusan pada pukul 00.16 WIT, 06.16 WIT, 07.33 WIT, dan 13.39 WIT.
Sementara itu, Gunung Ili Lewotolok erupsi pada pukul 05.41 WITA, 06.15 WITA, dan 11.43 WITA.
Semeru Siaga III
Gunung Semeru yang berlokasi di Kabupaten Lumajang-Malang saat ini berstatus Siaga III. Dengan status di bawah level tertinggi ini, maka rekomendasi yang dikeluarkan untuk masyarakat adalah:
Tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
