Kumparan Logo
Konten Media Partner

Senapati Nusantara Hadiri Sarasehan dan Pameran Tosan Aji di Banggai, Sulteng

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gus Poleng, Wakil Sekjen Senapati Nusantara, berfoto bersama para panitia pameran. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Gus Poleng, Wakil Sekjen Senapati Nusantara, berfoto bersama para panitia pameran. Foto: Dok. Istimewa

BANGGAI — Organisasi pelestari budaya Senapati Nusantara turut ambil bagian dalam Sarasehan dan Pameran Seni Budaya Tosan Aji yang digelar Paguyuban Reksa Aji Benggawi di Toili Garden Heritage, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pada 22–24 Mei 2026. Kehadiran Senapati Nusantara dalam kegiatan tersebut diwakili Wakil Sekretaris Jenderal Senapati Nusantara, Nurjianto atau yang dikenal sebagai Gus Poleng.

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional itu menjadi ruang pertemuan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pelestarian budaya, khususnya tosan aji sebagai warisan budaya Nusantara. Berbagai koleksi pusaka seperti keris, tombak, dan benda-benda tosan aji lainnya dipamerkan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

kumparan post embed

Dalam kesempatan tersebut, Gus Poleng menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya sarasehan dan pameran budaya yang digagas Paguyuban Reksa Aji Benggawi. Menurutnya, kegiatan semacam ini merupakan langkah nyata untuk menjaga kesinambungan warisan leluhur di tengah tantangan modernisasi yang terus berkembang.

Ia menegaskan bahwa tosan aji tidak dapat dipandang hanya sebagai benda pusaka semata. Di dalamnya terkandung nilai-nilai filosofi, spiritualitas, sejarah, serta identitas bangsa yang diwariskan lintas generasi. Karena itu, pelestarian tosan aji memerlukan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, terutama generasi muda sebagai penerus kebudayaan.

“Senapati Nusantara mendukung penuh kegiatan seperti ini sebagai ruang edukasi dan penguatan karakter. Kami berharap sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat terus terjalin agar budaya tidak hanya lestari, tetapi juga menjadi kebanggaan bersama,” ujar Gus Poleng.

Gus Poleng, Wasekjen Senapati Nusantara, meninjau salah satu stand pameran. Foto: Dok. Istimewa

Dukungan terhadap pelestarian budaya juga disampaikan Bupati Banggai yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, komunitas budaya, dan generasi muda. Pemerintah Kabupaten Banggai, kata dia, berkomitmen menjaga identitas budaya daerah melalui program unggulan “Gerbang Berbudaya”.

Bupati juga mengajak generasi muda untuk tidak malu mempelajari dan mencintai budaya sendiri. Menurutnya, budaya merupakan bagian penting dari jati diri sekaligus kekuatan karakter bangsa. Melalui sarasehan dan pameran budaya tersebut, diharapkan tumbuh kesadaran bersama untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya, khususnya tosan aji, sebagai bagian dari identitas daerah dan bangsa.

Foto: Dok. Istimewa

Apresiasi terhadap kegiatan itu juga datang dari tokoh masyarakat Banggai, Ir. Sugianto Tamoreka. Ia menilai sarasehan dan pameran budaya yang digagas Paguyuban Reksa Aji Benggawi merupakan langkah penting dalam upaya pelestarian budaya. Sugianto berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut, melibatkan lebih banyak pihak, serta menumbuhkan kesadaran dan kebanggaan generasi muda terhadap warisan budaya bangsa.

Sementara itu, Paguyuban Reksa Aji Benggawi menegaskan komitmennya untuk terus melestarikan budaya tosan aji sebagai bagian penting dari identitas dan warisan leluhur masyarakat Banggai. Di tengah arus modernisasi, pelestarian budaya dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga jati diri sekaligus memperkuat karakter masyarakat.

Bagi paguyuban tersebut, tosan aji bukan hanya benda pusaka yang memiliki nilai sejarah, tetapi juga simbol peradaban yang mengandung nilai historis, filosofis, dan spiritual. Karena itu, warisan budaya tersebut perlu terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang melalui berbagai kegiatan edukasi dan pelestarian.

Melalui perannya sebagai wadah edukasi dan pusat pelestarian budaya, Paguyuban Reksa Aji Benggawi juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, dan masyarakat luas agar nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi tosan aji tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman. Kehadiran Senapati Nusantara dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya memperkuat jejaring pelestarian budaya Nusantara dari berbagai daerah, termasuk Yogyakarta dan Sulawesi Tengah.