Sensasi Karier Politik Aldi Taher: PKS, PBB, Perindo, Kini Demokrat

Artis Aldi Taher resmi berlabuh ke Partai Demokrat. Kabar bergabungnya mantan pesinetron dan presenter tersebut dikonfirmasi langsung oleh Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron pada Selasa (8/9). Aldi masuk ke partai berlambang bintang mercy tersebut bersama sejumlah figur muda lainnya.
"Betul," kata Herman saat dikonfirmasi, Selasa (8/9).
Herman mengungkapkan, Aldi sejatinya dijadwalkan hadir dalam agenda penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Demokrat pada Senin (7/9). Namun, ia berhalangan hadir lantaran memiliki agenda di luar kota.
"Aldi Taher yang kemarin berhalangan hadir karena perjalanan ke Bandung," tambah Herman.
Kepastian bergabungnya Aldi ke Partai Demokrat kian melengkapi rekam jejak "kutu loncat" politiknya dalam lima tahun terakhir, sekaligus menjawab sinyal yang sempat beredar beberapa waktu lalu.
Bertemu AHY dan Merry Riana
Sebelum resmi mengantongi KTA, sinyal kepindahan Aldi Taher sudah terekam dalam sebuah pertemuan silaturahmi yang dihadiri Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan motivator Merry Riana.
Dalam rekaman video yang diunggah akun media sosial Merry Riana, Aldi tampak secara spontan mendeklarasikan diri bergabung ke Partai Demokrat di hadapan AHY.
“Bismillahirrahmanirrahim Aldi Taher jadi anggota Demokrat! Semua Demokrat milik Allah!” seru Aldi yang langsung disambut sorak dan tawa orang-orang di ruangan.
Merry Riana dalam caption postingan tersebut menuturkan bahwa niat awal pertemuan itu hanyalah silaturahmi. Namun, langkah Aldi merapat ke Demokrat rupanya sejalan dengan doa sang ibunda yang mengagumi sosok AHY.
“Ternyata dari dulu, doa dan cita-cita ibunda Aldi adalah agar Aldi bisa bertemu dan belajar dari tokoh politik kesayangan beliau: Mas AHY @agusyudhoyono. Hari ini, doa ibu itu seperti menemukan jalannya,” tulisnya, Sabtu (2/5).
Petualangan Politik Aldi Taher
Langkah resmi Aldi Taher berseragam Demokrat menambah panjang daftar partai politik yang pernah disinggahinya.
Perjalanan Aldi di kancah politik praktis dimulai menjelang Pilkada Serentak 2020. Saat itu, ia mendaftarkan diri dalam penjaringan bakal calon Wakil Gubernur Sumatra Barat melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Tak lama berselang, namanya juga muncul dalam rencana maju di Pilkada Sulawesi Tengah untuk mendampingi Rusli Baco Dg Palabbi. Namun, kedua upaya tersebut kandas sebelum pendaftaran resmi ke KPU karena Aldi gagal mendapatkan tiket koalisi partai.
Setelah itu, Aldi merapat ke Partai Bulan Bintang (PBB). Di partai yang dipimpin Yusril Ihza Mahendra tersebut, Aldi bahkan didapuk sebagai Ketua DPP Relawan Sahabat Aldi Taher.
Ia juga sempat didaftarkan sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg) untuk mendulang suara pemilih muda. Namun tak sesuai harapan.
Sensasi politik Aldi Taher tak berhenti sampai di sana. Pada Mei 2023 saat KPU memverifikasi berkas pendaftaran bacaleg Pemilu 2024. Nama Aldi ditemukan ganda tercatat sebagai bacaleg DPRD DKI Jakarta dari PBB, sekaligus terdaftar sebagai bacaleg DPR RI dari Partai Perindo untuk Dapil Jawa Barat VII.
Momen tersebut meledak di jagat maya setelah Aldi melakoni wawancara langsung di televisi nasional dengan jawaban-jawaban yang di luar pakem politisi pada umumnya.
“Kalau ditanya kenapa saya ada di Perindo, saya juga bingung, Bang. Kalau Mas sama Mbak gak bingung, berarti gak normal. Manusia gak bingung kalau nanti di surga,” ucap Aldi dalam wawancara tersebut.
Ia pun mengutarakan niatnya maju ke Senayan dengan celetukan khasnya.
“Bismillah saya maju DPR RI doakan saya ya pemirsa, biar saya bisa baca Al-Quran di Senayan. Saya ingin mengajak seluruh masyarakat Indonesia, terutama anggota dewan, baca Al-Quran rekam posting,”
Aldi akhirnya menuntaskan pencalegannya di bawah panji Partai Perindo. Namun, raihan suaranya di Dapil Jabar VII belum cukup mengantarkannya ke parlemen, seiring Partai Perindo yang tidak menembus ambang batas 4 persen.
