Serangan Israel di Gaza Utara: 5 Polisi dan 1 Anak Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Asap dan api membubung dari tempat penampungan Gath, yang menampung pengungsi Palestina, setelah serangan udara Israel di sebelah barat Khan Yunis, Jalur Gaza selatan pada Sabtu (31/1/2026). Foto: Bashar Taleb/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Asap dan api membubung dari tempat penampungan Gath, yang menampung pengungsi Palestina, setelah serangan udara Israel di sebelah barat Khan Yunis, Jalur Gaza selatan pada Sabtu (31/1/2026). Foto: Bashar Taleb/AFP

Israel kembali meluncurkan serangan udara pada Sabtu (23/5) waktu setempat ke Gaza utara. Serangan itu menargetkan lokasi polisi di daerah al-Tuam.

Dikutip dari AFP, akibat serangan Israel lima polisi dan seorang anak tewas. Badan Pertahanan Sipil Gaza juga melaporkan sejumlah orang terluka.

Jenazah para korban dibawa ke RS al-Shifa di Kota Gaza. Pihak rumah sakit mengkonfirmasi satu anak yang tewas berusia 15 tahun.

Kepolisian di Gaza mengatakan sebanyak dua rudal ditembakkan ke lokasi polisi di al-Tuan. Sementara seorang saksi mengatakan serangan itu menargetkan tenda yang digunakan oleh polisi. Lokasinya di sebelah pos pemeriksaan.

Sumber militer Israel mengatakan kepada AFP bahwa tentara telah menargetkan "teroris Hamas" di daerah tersebut.

Gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober, namun Israel tidak berhenti meluncurkan serangan. Kementerian Dalam Negeri pemerintah Hamas mengatakan 42 petugas polisi telah tewas di wilayah tersebut sejak gencatan senjata diberlakukan.

Dalam sebuah pernyataan, Hamas mengecam apa yang mereka sebut sebagai kejahatan terhadap petugas polisi yang bertujuan untuk menyebarkan kekacauan di Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, setidaknya 890 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata 10 Oktober.