Serba-serbi Prabowo Hadiri HUT ke-25 Demokrat

Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta Pusat, Rabu (9/9) malam.
Pantauan di lokasi, tampak Prabowo yang mengenakan kemeja putih, celana hitam, dan peci hitam tiba pada pukul 19.13 WIB. Terlihat ia didampingi oleh Wapres Gibran Rakabuming, Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dab Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Gibran tampak menggunakan setelan jas dengan dasi merah. Sementara SBY dan AHY kompak menggunakan jas partai.
Setelah tiba, Prabowo menyapa sejumlah tamu dan juga menyalami beberapa tamu undangan dari beberapa partai politik.
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut partainya mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk hadir dalam acara puncak perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat yang digelar Rabu (9/9).
Selain Presiden, jajaran ketua umum parpol lain juga diundang menghadiri peringatan seperempat abad berdirinya partai berlambang bintang mercy tersebut.
“Ya, kami mengundang, mengundang secara khusus tentunya kepada Bapak Presiden untuk bisa menghadiri acara puncak perayaan atau peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Partai Demokrat,” ujar AHY seusai menghadiri Pembukaan Bimtek Nasional Fraksi DPRD Partai Demokrat di Jakarta Pusat, Selasa (8/9).
AHY menegaskan bahwa undangan tidak hanya ditujukan kepada lingkaran koalisi pemerintah, melainkan merangkul para pimpinan partai politik secara luas.
“Ya, kami juga mengundang para sahabat ketua-ketua umum partai politik lainnya,” ucap Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan tersebut.
Puan, Pramono, hingga Mardiono Turut Hadir
Sejumlah pimpinan dan tokoh partai politik non-Demokrat menghadiri perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat yang digelar di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Rabu (9/9).
Berdasarkan pantauan di lokasi, hadir Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani yang mengenakan busana perpaduan hitam dan merah khas partainya.
Selain Puan, tampak pula politikus senior PDIP Pramono Anung, Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono, serta Ketua MPR sekaligus politikus Gerindra Ahmad Muzani, Ketua DPD Sultan Najamudin di deretan tamu undangan.
Puan datang bersamaan dengan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Sementara itu, Mardiono sudah datang lebih dahulu.
Sementara itu, ketum parpol lain tak terlihat seperti Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ketum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) hingga Ketum NasDem Surya Paloh.
Cak Imin terlihat diwakili Sekjen PKB Hassanudin Wahid. Zulhas diwakili Sekjen PAN Eko Patrio hingga Bahlil diwakili Waketum Golkar Meutya Hafid.
AHY Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang hadir dalam peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta Pusat, Rabu (9/9) malam.
AHY menyampaikan apresiasi tersebut saat memberikan sambutan dalam acara peringatan hari ulang tahun partainya. Dia menilai kehadiran Prabowo merupakan bentuk perhatian di tengah kesibukannya sebagai Presiden RI.
"Yang saya hormat dan saya muliakan presiden Republik Indonesia bapak Prabowo Subianto. Atas nama keluarga besar Partai Demokrat saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada bapak presiden Prabowo Subianto yang malam hari ini berkenan hadir bersama kami di tengah-tengah kesibukan bapak memimpin negeri yang kita cintai ini. Sekali lagi berikan tepuk tangan yang sekeras-kerasnya," kata AHY.
AHY kemudian mengajak seluruh kader dan tamu undangan yang hadir untuk mendoakan Prabowo agar selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas sebagai kepala negara.
"Sekaligus kita mendoakan semoga beliau senantiasa diberkahi usia panjang, dalam kesehatan, dalam kekuatan, dalam kesuksesan, dalam memimpin bangsa yang besar ini, terima kasih Bapak Presiden," ujarnya.
AHY Jelaskan Maksud Pidato Soal Kekuasaan
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan sikap dan posisi partainya langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu (9/9).
AHY mengklarifikasi maksud pidato politiknya beberapa hari lalu agar tidak disalahartikan publik, terutama soal kekuasaan dan komitmen partai di dalam pemerintahan.
Di hadapan Presiden Prabowo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan para pimpinan partai politik, AHY menegaskan bahwa perjalanan 25 tahun Partai Demokrat mengajarkan bahwa politik jauh lebih luas dari sekadar perebutan kursi kekuasaan.
“Semua perjalanan itu mengajarkan kepada kami bahwa politik bukan sekadar tentang kompetisi dan kekuasaan. Politik adalah tentang bagaimana kepercayaan rakyat dijawab dengan kerja dan pengabdian,” ujar AHY.
AHY menuturkan, empat hari sebelum acara puncak HUT ke-25, dirinya sempat menyampaikan pidato politik refleksi internal. Klarifikasi langsung ini sengaja disampaikan di depan Presiden demi menghindari spekulasi atau distorsi makna.
“Pada kesempatan yang baik ini, izinkan saya mempertegas isi dari pidato politik tersebut, karena saya khawatir ada yang salah tafsir,” tutur AHY.
Secara lugas, AHY menggarisbawahi dukungan penuh Partai Demokrat terhadap jalannya Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Posisi Demokrat jelas! Kami ingin pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berhasil. Tidak ada hal lain selain kesuksesan dan keberhasilan pemerintahan ini,” tegas AHY disambut riuh tepuk tangan ribuan kader di arena.
Prabowo Puji SBY
Presiden Prabowo Subianto memuji langkah Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memilih terjun ke politik setelah pensiun dari TNI. Prabowo menilai SBY telah memberikan contoh dengan membentuk partai dan maju kepada rakyat untuk mendapatkan mandat melalui jalur demokrasi.
Prabowo mengatakan dirinya dan SBY sama-sama pernah berpangkat jenderal di TNI. Menurutnya, keduanya dididik sebagai tentara rakyat yang mengabdi kepada rakyat.
"Bapak SBY pernah jadi jenderal, saya juga pernah. Tapi kita, TNI, yang diajarkan, yang dibesarkan, yang dibina sebagai tentara rakyat. Kita dididik sebagai tentara rakyat yang berjuang untuk rakyat," kata Prabowo saat menghadiri peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, GBK, Jakarta Pusat, Rabu (9/9) malam.
Prabowo mengatakan pemahaman sebagai tentara rakyat membuat dirinya dan SBY memandang bahwa pengabdian kepada rakyat juga dapat dilanjutkan melalui bidang politik. Namun, menurutnya, jalur politik tersebut harus ditempuh melalui mekanisme demokrasi.
"Jadi, kita justru menghayati bahwa tentara itu adalah milik rakyat dan kalau kita ingin terus berbakti, mengabdi di bidang politik, kita harus menjalankan politik itu melalui demokrasi," ujarnya.
Dia kemudian menilai SBY telah memberikan contoh dengan memilih pensiun dari TNI sebelum membangun kendaraan politik dan meminta mandat langsung kepada rakyat.
"Saya kira Pak SBY memberi contoh, pensiun, keluar dari tentara, bikin partai, maju ke hadapan rakyat, mendapat mandat," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan dirinya juga menempuh jalan yang serupa. Dia bahkan menyebut langkah SBY sebagai contoh yang baik untuk ditiru.
"Demikian juga saya. Kalau nyontek yang baik, boleh," ucapnya.
Prabowo kemudian menceritakan perjuangannya membangun partai dan mengikuti kontestasi politik untuk mendapatkan mandat rakyat. Dia mengaku harus menunggu hingga empat kali sebelum akhirnya mendapatkan mandat tersebut.
"Saya juga bikin partai, maju ke rakyat, minta mandat. Empat kali tidak dikasih mandat, tapi akhirnya dikasih juga," pungkasnya.
Prabowo Juga Puji Demokrat
Presiden Prabowo Subianto menilai, Partai Demokrat tetap menjaga sikap ketika berada di luar pemerintahan. Prabowo mengatakan Demokrat tidak melakukan caci maki maupun aksi pembakaran ketika tidak berkuasa.
Prabowo awalnya menyinggung perjalanan Partai Demokrat yang pernah berada di puncak kekuasaan dan pernah berada di luar pemerintahan. Dia kemudian memuji sikap partai tersebut ketika tidak berkuasa.
"Maksudnya saya ingin sampaikan ya kan Pak SBY partainya tadi dikatakan oleh Mas AHY, dikatakan Partai Demokrat pernah menang, pernah tidak menang. Bicara kan harus halus. Pernah di puncak, pernah tidak di puncak. Pernah di pemerintahan, pernah tidak. Tapi waktu tidak berkuasa Partai Demokrat tidak caci maki. Partai Demokrat tidak bakar-bakar. Saya waktu empat kali tidak menang saya pun terima, ya sudah, kita maju lagi," kata Prabowo.
Menurut Prabowo, sikap tersebut merupakan bagian dari praktik demokrasi di Indonesia. Dia mengatakan perbedaan pandangan dan persaingan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi.
"Ini demokrasi Indonesia dan hari ini di panggung ini ya inilah demokrasi Indonesia. Macam-macam warna, bersaing, kritik, menyampaikan saran, memberi rekomendasi, menyampaikan hal-hal yang mungkin tidak enak untuk disampaikan tapi tetap kita rukun, tetap bersahabat, tetap berkeluarga. Ini yang harus kita pegang," ujarnya.
Prabowo mengatakan Indonesia masih menghadapi banyak kekurangan dan tantangan. Menurutnya, besarnya Indonesia juga membuat persoalan yang dihadapi bangsa menjadi besar.
"Kita banyak kekurangan, kita banyak tantangan. Kita negara sangat besar ya berarti masalahnya juga masalah besar," tandas dia.
Prabowo Kenang Masa Akmil Bersama SBY
Presiden Prabowo Subianto mengatakan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan taruna Akademi Militer (Akmil) terbaik.
Prabowo memberi penilaian tersebut karena mereka merupakan teman satu angkatan di Akmil pada 1970.
Selain itu, SBY berhasil lulus dari Akmil lebih dulu daripada Prabowo, yakni pada 1973. Sementara Prabowo baru lulus pada 1974.
"Saya satu angkatan dengan Pak SBY di Akmil. Masuknya satu angkatan. Keluarnya angkatan di bawahnya," ujar Prabowo dalam HUT ke-25 Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu (9/9) malam.
"Memang dari awal sudah kelihatan bahwa Pak SBY memang taruna yang terbaik. Tapi Prabowo Subianto taruna yang bisa diperbaiki," sambungnya.
Karena itu, Prabowo merasa senang diundang ke acara ulang tahun Demokrat. Acara tersebut sekaligus merayakan ulang tahun SBY yang ke-77.
"Atas kehormatan yang diberikan kepada saya dapat hadir di sini, di tengah-tengah Partai Demokrat yang merayakan ultah ke-25, dan sekaligus ultah ke-77 penggagas, pendiri Partai Demokrat Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono," imbuh Prabowo.
