SIMBA SEHAT, Inovasi Digital HME Udayana Bantu Petakan Kesehatan Masyarakat
Tulisan dari Dee Wiguna tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Gianyar, Bali — SIMBA SEHAT hadir sebagai inovasi digital PPK Ormawa HME Universitas Udayana untuk mendukung pemantauan kesehatan masyarakat dan pengembangan Desa Sehat di Batuan.
Upaya membangun Desa Sehat di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, tidak hanya dilakukan melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga melalui pemanfaatan teknologi digital. Tim PPK Ormawa Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) Universitas Udayana menghadirkan SIMBA SEHAT (Sistem Informasi dan Monitoring Batuan Sehat), sebuah website yang dirancang untuk mendukung penyebaran informasi mengenai Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sekaligus membantu pemantauan kondisi kesehatan masyarakat secara berkala.
SIMBA SEHAT menjadi salah satu inovasi teknologi dalam program AROGYA: “Revitalisasi Usada Bali dan Tri Hita Karana dalam Pemberdayaan Masyarakat Batuan Menuju Desa Sehat Berkelanjutan.” Kehadiran sistem ini merupakan bagian dari upaya tim PPK Ormawa HME 2026 untuk menjawab kebutuhan pengelolaan data kesehatan masyarakat yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Pengembangan SIMBA SEHAT dimulai pada Mei 2026, setelah tim PPK Ormawa HME Universitas Udayana dinyatakan lolos tahap pendanaan dari Belmawa. Sejak saat itu, tim mulai mengembangkan sistem yang disesuaikan dengan kebutuhan program Desa Sehat di Desa Batuan.
Pengembangan SIMBA SEHAT dilakukan oleh Divisi Program SIMBA SEHAT dalam tim pelaksana PPK Ormawa HME 2026. Divisi tersebut dipimpin oleh Kayla dan Putast, mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi Universitas Udayana. Selain mengoordinasikan pengembangan website, divisi ini juga menangani berbagai kebutuhan pendukung, termasuk penyusunan buku panduan penggunaan website serta persiapan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya kader kesehatan desa dan kader Posyandu.
Dua Fitur Utama untuk Kesehatan Desa
SIMBA SEHAT dikembangkan dengan dua bagian utama, yaitu TOGA dan MONITORING.
Fitur TOGA berfungsi sebagai sistem informasi yang menyediakan berbagai informasi dan edukasi mengenai herbal berbasis Tanaman Obat Keluarga. Fitur ini menjadi bagian dari upaya AROGYA untuk memperkenalkan kembali pemanfaatan tanaman obat sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan potensi lingkungan di sekitar rumah.
Sementara itu, fitur MONITORING dirancang untuk mendukung pemantauan kondisi kesehatan masyarakat. Melalui fitur tersebut, masyarakat dapat menginput informasi kesehatan mereka secara berkala setiap bulan.
Fokus pendataan diarahkan secara khusus pada dua permasalahan kesehatan yang menjadi perhatian dalam program AROGYA, yaitu hipertensi dan diabetes melitus. Selain itu, sistem juga digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masyarakat Desa Batuan.
Pengembangan sistem monitoring tersebut berangkat dari kondisi awal yang ditemukan tim PPK Ormawa HME. Dalam subproposal program, pencatatan dan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat diidentifikasi masih dilakukan secara manual dan belum terintegrasi dalam sistem digital. SIMBA SEHAT kemudian dirancang sebagai salah satu solusi untuk memperkuat proses pendataan dan monitoring kesehatan di tingkat desa.
Masyarakat sebagai Pengguna, Kader sebagai Pengelola
Dalam penggunaannya, SIMBA SEHAT memiliki dua jenis akses. Masyarakat dapat mengakses website sebagai pengguna, sedangkan kader Posyandu dan kader kesehatan desa dapat mengakses sistem sebagai admin atau operator.
Pembagian akses tersebut dirancang agar proses pengumpulan data dapat melibatkan masyarakat sekaligus tetap memiliki pengelola di tingkat desa. Kader menjadi salah satu elemen penting karena mereka berada dekat dengan masyarakat dan terlibat langsung dalam kegiatan kesehatan rutin di banjar.
Untuk mendukung kemampuan kader dalam menggunakan sistem, tim PPK Ormawa HME memberikan pelatihan pengelolaan SIMBA SEHAT kepada empat kader kesehatan desa serta dua kader Posyandu di setiap banjar.
Pelatihan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Posyandu pada Agustus 2026. Melalui pelatihan tersebut, kader diperkenalkan dengan sistem dan diarahkan untuk memahami proses pengelolaan data melalui website.
Pemberdayaan kader menjadi bagian penting dari pengembangan SIMBA SEHAT karena keberlanjutan sistem tidak hanya bergantung pada mahasiswa sebagai pengembang. Sistem diharapkan dapat terus digunakan oleh sumber daya manusia di Desa Batuan setelah rangkaian PPK Ormawa HME 2026 selesai.
Dalam rancangan program, PPK Ormawa HME juga menargetkan terbentuknya tim admin pengelola website SIMBA SEHAT serta kader muda yang terlatih dalam pemanfaatan teknologi pendukung program.
Digunakan untuk Data Kesehatan Secara Realtime
Berbeda dari sistem yang hanya diperkenalkan sebagai konsep, SIMBA SEHAT saat ini telah digunakan untuk menginput data kesehatan masyarakat secara nyata dan realtime.
Penggunaan sistem tersebut dilakukan melalui kegiatan-kegiatan Posyandu yang rutin dilaksanakan setiap bulan di masing-masing banjar. Posyandu menjadi salah satu titik penting dalam proses pengumpulan data karena kegiatan tersebut mempertemukan kader dengan masyarakat secara langsung dan dilakukan secara rutin.
Melalui kegiatan tersebut, data kesehatan masyarakat dapat dimasukkan ke dalam sistem sehingga kondisi kesehatan dapat dipantau secara berkala. Data yang terkumpul kemudian dapat menjadi bahan bagi pemerintah desa dan pihak terkait untuk melihat perkembangan kondisi kesehatan masyarakat dari waktu ke waktu.
Tim PPK Ormawa HME juga telah memperoleh data awal dari penggunaan SIMBA SEHAT. Data tersebut menjadi bagian dari proses monitoring yang akan terus dikembangkan selama pelaksanaan program.
Dalam rancangan AROGYA, pendataan melalui SIMBA SEHAT diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan cakupan pendataan minimal 10 persen kepala keluarga setiap bulan. Data tersebut juga dapat dikombinasikan dengan pendataan melalui Posyandu dan Puskesmas untuk memperoleh gambaran kondisi kesehatan masyarakat secara lebih menyeluruh.
Membantu Desa dan Puskesmas Memetakan Kondisi Kesehatan
Keberadaan SIMBA SEHAT mendapatkan dukungan dari kader kesehatan dan kader Posyandu yang terlibat dalam penggunaannya. Para kader menyambut positif keberadaan sistem informasi dan monitoring tersebut karena dapat menjadi sarana pendukung dalam kegiatan pendataan kesehatan masyarakat.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Batuan. Pihak desa melihat SIMBA SEHAT sebagai salah satu inovasi yang dapat membantu mereka mengetahui kondisi kesehatan masyarakat secara rutin setiap bulan.
Dengan tersedianya data yang diperbarui secara berkala, pemerintah desa memiliki bahan tambahan untuk mengevaluasi program kesehatan yang telah berjalan. Kondisi kesehatan masyarakat yang tercatat dari waktu ke waktu dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan program atau kegiatan kesehatan berikutnya.
Dukungan serupa disampaikan oleh Puskesmas Sukawati I sebagai salah satu mitra program. Pihak puskesmas mengapresiasi SIMBA SEHAT karena sistem tersebut dinilai dapat membantu proses pemetaan penyakit yang tersebar di masyarakat setiap bulan.
Dengan demikian, data yang dikumpulkan melalui SIMBA SEHAT tidak hanya menjadi arsip, tetapi diharapkan dapat digunakan sebagai dasar untuk melihat kecenderungan kondisi kesehatan masyarakat dan membantu menentukan langkah tindak lanjut yang lebih sesuai.
Teknologi yang Dibangun dari Kebutuhan Masyarakat
Bagi HME Universitas Udayana, pengembangan SIMBA SEHAT menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu dan teknologi untuk menjawab permasalahan yang ditemukan secara langsung di masyarakat.
Pengembangan sistem dilakukan setelah tim terlebih dahulu mengidentifikasi kebutuhan Desa Batuan. Karena itu, website tidak hanya dirancang sebagai produk teknologi, tetapi sebagai bagian dari ekosistem program Desa Sehat yang menghubungkan masyarakat, kader, pemerintah desa, dan mitra kesehatan.
SIMBA SEHAT juga menjadi bagian dari rangkaian program AROGYA yang saling terhubung. Informasi TOGA dalam website mendukung program budidaya dan pemanfaatan tanaman obat, sementara fitur monitoring mendukung upaya pemantauan kesehatan masyarakat.
Dalam subproposal PPK Ormawa HME 2026, SIMBA SEHAT ditetapkan sebagai salah satu luaran teknologi utama program bersama dengan VERTIGA (Vertikal IoT TOGA).
Menuju Monitoring Kesehatan yang Berkelanjutan
Pemanfaatan SIMBA SEHAT menjadi langkah awal untuk membangun sistem monitoring kesehatan yang lebih terstruktur di Desa Batuan. Dengan adanya pembaruan data secara berkala, pemerintah desa dan mitra kesehatan diharapkan dapat memiliki gambaran yang lebih aktual mengenai kondisi masyarakat.
Lebih jauh, data tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi apakah program kesehatan yang telah dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada saat itu. Dengan demikian, kegiatan kesehatan desa tidak hanya berjalan berdasarkan agenda rutin, tetapi dapat semakin diarahkan berdasarkan kondisi kesehatan masyarakat yang terpantau.
Pengembangan SIMBA SEHAT juga menempatkan kader sebagai bagian penting dari keberlanjutan sistem. Melalui pelatihan dan keterlibatan langsung dalam pengelolaan website, kader diharapkan mampu melanjutkan proses monitoring di tingkat desa secara mandiri.
Pada akhirnya, SIMBA SEHAT bukan hanya tentang menghadirkan sebuah website. Inovasi ini menjadi upaya untuk membangun kebiasaan baru dalam pengelolaan kesehatan desa: mencatat, memantau, memahami, dan menggunakan data sebagai dasar untuk mengambil langkah kesehatan yang lebih tepat.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, kader kesehatan, pemerintah desa, dan Puskesmas Sukawati I, SIMBA SEHAT diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi digital dalam perjalanan Desa Batuan menuju desa sehat yang lebih terukur, responsif, dan berkelanjutan.

