Siswa SMAN 7 Mataram NTB Alami Trauma Usai Ruang Kelasnya Ambruk

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ruang kelas SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, ambruk pada Selasa (19/5/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ruang kelas SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, ambruk pada Selasa (19/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Ambruknya atap dua ruang kelas SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyisakan trauma bagi para siswa. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (19/5) siang itu membuat siswa takut beraktivitas di dalam ruang kelas.

"Tentu (khawatir), karena waktu kejadian kita melihat teman kita sendiri tertimpa reruntuhan. Terus melihat langsung kejadiannya, jadi kita trauma melihat bangunan yang roboh," kata Siswi kelas XI B, Natzira di SMAN 7 Mataram, Kamis (21/5).

Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 7 Mataram, Mualim, bangunan sekolah itu sudah lama tidak direnovasi. Sekolah tersebut berdiri atas swadaya masyarakat pada 2006.

“Ini kan bangunan dari tahun 2006, dari sumbangan komite dan wali siswa waktu itu. Karena dulu sistem tersebut boleh diterapkan, jadi mungkin karena terlalu lama, sekitar 20 tahun, dan gentengnya menggunakan genteng beton sehingga berat, bangunan tidak kuat dan akhirnya ambruk," bebernya.

Untuk sementara, siswa belajar secara bergantian di ruang kelas yang masih aman.

“Tentunya keselamatan siswa menjadi prioritas. Untuk sementara siswa tetap bisa belajar dengan aman, dengan skema penggeseran ruang kelas atau sistem bergantian, ada yang masuk pagi dan ada yang masuk siang,” katanya.

4 Siswa Terluka

Sementara itu, dari empat siswa yang menjadi korban ambruknya atap sekolah tersebut, tiga siswa telah diperbolehkan pulang dari puskesmas. Sedangkan satu siswa lainnya masih dirawat intensif di Rumah Sakit Kota Mataram.

"Mungkin karena perlu penanganan lebih lanjut, akhirnya satu siswa dirujuk ke Rumah Sakit Kota. Dari situ pihak sekolah terus mendampingi hingga didatangi oleh gubernur," ujarnya.