Siswa Yatim yang Pakai Sepatu Kekecilan Meninggal: Sekolah Biayai Penguburan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pemakaman. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemakaman. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Siswa kelas XI Pemasaran SMK Negeri 4 Samarinda Mandala Rizky Syaputra (16) meninggal dunia pada Jumat, 25 April 2026. Mandala disebut meninggal usai sakit dan bengkak pada kakinya karena mengenakan sepatu sekolah yang kekecilan.

Sekolah menyampaikan duka cita atas meninggalnya Mandala.

"Turut berduka cita atas berpulangnya Mandala Rizky Syaputra, siswa kelas XI Pemasaran 2 yang kami cintai," tulis pihak sekolah dalam akun Instagram resminya, Senin (4/5).

Dalam unggahannya sekolah mendapat kabar duka dari kakak Mandala pada Jumat 25 April 2026 dini hari.

"Kakak Mandala mengabarkan melalui WhatsApps kepada Wali Kelas dan Waka Kesiswaan bahwa Mandala telah meninggal dunia," kata sekolah.

Dalam pesan itu, kakak Mandala juga memberitahukan bahwa keluarga tidak memiliki dana untuk pemulasaraan jenazah. Sehingga sekolah berinisiatif untuk menanggung biaya tersebut.

"Melihat keterbatasan ekonomi keluarga sekolah turun tangan penuh dalam proses fardu kifayah. Menanggung biaya pemandian, pengafanan dan penguburan," katanya.

Sekolah juga menyediakan ambulans. Mensalatkan jenazah Mandala di sekolah, dihadiri guru dan teman-teman. Siswa dan guru juga berdonasi untuk pihak keluarga Mandala.

"Donasi diserahkan setelah penguburan Mandara," ucapnya.

Bantuan saat Mandala Sakit

Pada 23 April 2026, wali kelas dan teman-teman sempat mengunjungi Mandala dengan membawa bantuan uang tunai sekitar Rp 650.000, roti, dan susu.

Saat kunjungan ini, Ibu Mandala menyampaikan sepatu anaknya sudah tak muat dipakai. Mandala pernah mengeluh kepada ibunya, tapi ibunya mengakui ia melarang Mandala bercerita ke sekolah atau teman-teman.

"Jangan sampai orang tahu kita kesusahan," pesan ibunya saat itu.

Mendengar ini, wali kelas dan teman-teman berkoordinasi membelikan sepatu baru.

Wali kelas dan teman-teman Mandala juga berencana membawa Mandala ke puskesmas untuk diinfus pada hari Jumat sembari menunggu pengaktifan BPJS.

Namun rencana bantuan belum terlaksana, kabar duka datang. Mandala telah meninggal dunia.