Siswi SD Sukabumi Menangis Gagal Olimpiade Sains Nasional karena Listrik Padam
ยทwaktu baca 4 menit

Seorang siswi sekolah dasar di Kabupaten Sukabumi harus menelan kekecewaan setelah gagal menyelesaikan seluruh soal dalam pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten/kota akibat pemadaman listrik.
Kisah siswi bernama Nadia Putri Muda Paramita itu viral di media sosial. Dalam video yang beredar, siswi kelas V SDN Gandasoli, Kecamatan Cireunghas, tampak menangis sesenggukan karena kecewa.
Guru sekaligus pengawas OSN di SDN Gandasoli, Isop Sopiah, mengatakan terdapat sembilan peserta dari sekolah tersebut yang mengikuti OSN. Masing-masing cabang, yakni Matematika, IPA, dan IPS, diikuti oleh tiga siswa. Pelaksanaan berlangsung di SDN Gandasoli pada Senin (8/6).
Menurut Isop, Nadia bersama dua peserta lainnya mengikuti cabang IPS yang digelar pada sesi terakhir, yakni pukul 13.00 hingga 14.00 WIB.
"Jumlah siswa yang ikut OSN ada sembilan orang. Ada tiga mata pelajaran, masing-masing tiga peserta untuk IPA, Matematika, dan IPS. Nadia kebetulan mengikuti sesi terakhir, yaitu IPS," ujarnya kepada kumparan, Jumat (12/6).
Ia menjelaskan seluruh peserta mengerjakan soal menggunakan laptop yang terhubung ke sistem berbasis internet.
Awalnya pelaksanaan berjalan lancar. Namun menjelang berakhirnya waktu ujian, mulai muncul kendala teknis. Tayangan live streaming sempat mengalami gangguan hingga membeku (freeze). Selain itu, salah seorang peserta juga mendapati akunnya tiba-tiba keluar (logout).
Peserta yang keluar dari sistem kemudian mencoba masuk kembali menggunakan username dan token yang diberikan proktor. Namun sekitar 15 hingga 20 menit sebelum waktu ujian berakhir, aliran listrik mendadak padam.
"Saya suruh tunggu dulu, barangkali nyala lagi, karena masih ada waktu sekitar 15 atau 20 menit. Semua menunggu di depan laptopnya, tapi sekian lama tidak menyala lagi," ujarnya.
Padamnya listrik menyebabkan jaringan internet terputus sehingga peserta tidak dapat mengakses sistem untuk melanjutkan pengerjaan soal yang belum selesai.
"Itu kan masuk link atau aplikasi, semuanya mati dan tidak bisa diakses," katanya.
Saat itu, Isop bersama rekan-rekannya berupaya mengatasi kendala dengan menghubungkan internet dari telepon genggam guru ke perangkat yang digunakan peserta. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
"Kami sudah mencoba tethering menggunakan HP guru, tetapi tetap saja tidak bisa," ujarnya.
Karena listrik tak kunjung menyala, Nadia akhirnya pulang ke rumah. Video yang memperlihatkan Nadia menangis direkam oleh ibunya di rumah setelah pelaksanaan OSN berakhir.
Isop berharap kejadian serupa tidak terulang. Sebab, selain Nadia, dua peserta lainnya juga gagal menyelesaikan ujian akibat pemadaman listrik.
"Katanya pihak dinas sudah bersurat ke PLN, tapi mungkin kurang terkoordinasi atau bagaimana sehingga ada pemadaman tanpa pemberitahuan. Saya juga kurang paham. Ini harus menjadi evaluasi ke depan supaya kejadian seperti ini tidak terulang. Anak-anak sudah belajar berbulan-bulan, tetapi harus gagal karena kendala teknis," ujarnya.
Sementara itu, Nadia mengungkapkan saat listrik padam dirinya telah menyelesaikan sekitar 40 soal dari total 60 soal. Awalnya ia mengira listrik hanya padam sesaat dan akan segera menyala kembali. Namun hingga waktu ujian berakhir, listrik tak kunjung menyala.
Siswi yang bercita-cita menjadi diplomat itu mengatakan telah mempersiapkan diri selama berbulan-bulan dengan harapan dapat meraih prestasi dalam OSN.
"Harapan saya untuk membanggakan orang tua dan membanggakan sekolah. Saya sangat ingin juara, jadi mempersiapkan diri selama berbulan-bulan," ungkapnya.
Meski berharap pelaksanaan OSN dapat diulang bagi peserta yang terdampak pemadaman listrik, Nadia mengaku akan menerima keadaan apabila hal tersebut tidak memungkinkan.
"Maunya saya OSN diulang. Tapi kalau tidak bisa, ya sudah, tidak apa-apa. Saya ikhlaskan," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengatakan pihaknya telah mengajukan permohonan kepada Kementerian Pendidikan melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) agar pelaksanaan OSN bagi peserta yang terdampak pemadaman listrik dapat diulang.
Menurut Deden, bukan hanya peserta di SDN Gandasoli yang terdampak. Dari total 3.009 peserta OSN tingkat SD di Kabupaten Sukabumi, sebanyak 79 peserta mengalami gangguan akibat pemadaman listrik.
"Tentunya kami mengajukan permohonan. Mudah-mudahan kegiatan OSN khususnya tingkat SD yang terkendala kemarin bisa dilakukan ulang, karena banyak anak-anak yang sangat berharap kesempatan tersebut diberikan kembali," ujarnya.
Deden menjelaskan pemadaman listrik terjadi di sebagian wilayah Kecamatan Cireunghas, Sukaraja, Sukalarang, Kebonpedes, Gegerbitung, Nyalindung, dan Cisolok.
Mengenai penyebabnya, Deden mengatakan pemadaman dilakukan karena adanya kegiatan pemeliharaan jaringan listrik.
"Setelah dikomunikasikan dengan pihak PLN, ternyata memang ada pemeliharaan di wilayah-wilayah tersebut," pungkasnya.
