Sopir Taksi Ditemukan Meninggal di Jaksel, Diduga Kena Serangan Jantung

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Mayat. Foto: Skyward Kick Productions/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mayat. Foto: Skyward Kick Productions/Shutterstock

Personel Batalyon A Pelopor Brimob Polda Metro Jaya bersama personel Polsek Kebayoran Baru mendapati seorang pengemudi taksi Bluebird dalam kondisi meninggal dunia saat melakukan patroli malam di Jalan Iskandar Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (12/9) dini hari.

Pengemudi tersebut diketahui bernama Yuda Susanto. Petugas menemukan Yuda setelah melihat adanya kerumunan warga di sekitar lokasi saat melintas dalam kegiatan patroli.

Berdasarkan informasi awal, Yuda diduga mengalami gangguan kesehatan. Dari hasil diagnosis sementara, diketahui mengarah pada serangan jantung.

Personel Brimob kemudian berkoordinasi dengan Polsek Metro Kebayoran Baru untuk penanganan lebih lanjut terhadap kejadian tersebut.

Penemuan pengemudi taksi itu terjadi saat personel Batalyon A Pelopor Brimob Polda Metro Jaya bersama personel Polsek Kebayoran Baru sedang melakukan patroli malam untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Jakarta Selatan hingga Jakarta Pusat.

Patroli dilakukan dengan menyusuri sejumlah ruas jalan dan kawasan yang menjadi lokasi aktivitas masyarakat. Personel juga melakukan pemantauan situasi serta pendekatan dialogis kepada warga.

Selain itu, petugas memeriksa sejumlah kendaraan yang dinilai perlu mendapat perhatian, terutama terkait kelengkapan dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto mengatakan patroli tersebut merupakan langkah preventif untuk menjaga situasi tetap kondusif, khususnya pada malam hingga dini hari.

"Patroli dilakukan untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas sekaligus memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman. Koordinasi dengan jajaran kewilayahan juga terus kami kedepankan," kata Henik dalam keterangannya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan kehadiran personel di lapangan tidak hanya bertujuan mencegah gangguan keamanan, tetapi juga memberikan respons ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

"Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan tetap aman dan segera menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan kejadian yang membutuhkan penanganan," ungkap Budi.