Kumparan Logo
Konten Media Partner

Status Siaga Darurat Kekeringan DIY Diperpanjang hingga Akhir November

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kekeringan. Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kekeringan. Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

Status siaga darurat kekeringan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diperpanjang hingga akhir November. BPBD DIY juga mengajukan bantuan pembangunan sumber air dan jaringan pendukung kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengurangi ketergantungan terhadap distribusi air saat kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, mengatakan usulan tersebut menyasar sejumlah wilayah di Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo. Bantuan yang diajukan mencakup sumur bor, sumber air lainnya, serta jaringan pendukung.

Pengajuan telah disampaikan sekitar satu bulan lalu. Namun, hingga Rabu (30/9), BPBD DIY belum mendapatkan kepastian persetujuan anggaran.

“Kita mengajukan terutama untuk sumber air, bisa dari sumur bor dan sumber air lainnya, jaringannya. Kita ajukan sekitar satu bulan yang lalu tapi sampai hari ini belum ada kepastian untuk anggarannya disetujui atau tidak,” kata Ruruh saat dihubungi awak media, Rabu (30/9).

Menurut Ruruh, belum terealisasinya bantuan tersebut tidak akan langsung memengaruhi penanganan kekeringan yang berjalan. Pembangunan sumber air dan jaringan perpipaan diusulkan sebagai upaya jangka panjang untuk mengurangi kebutuhan distribusi atau dropping air.

“Tidak (Tidak akan berpengaruh). Cuman nanti ke depannya kalau itu disetujui nanti akan menjadi tambahan kekuatan supaya dropping airnya menjadi semakin berkurang,” ujarnya.

“Itu kan arah yang kita rencanakan ke depan itu kan hal-hal semacam itu. Sehingga solusi jangka panjang. Tidak hanya solusi yang sifatnya konvensional seperti dropping air,” tambahnya.

Ruruh mengatakan status siaga darurat kekeringan diperpanjang untuk mengantisipasi potensi kekeringan yang masih berlangsung.

“Kita sudah tetapkan siaga darurat kekeringan ya. Masih diperpanjang sampai akhir November,” kata Ruruh.

Berdasarkan informasi yang diterima BPBD DIY, hujan diperkirakan mulai muncul secara bertahap pada pertengahan hingga akhir November dan berlanjut pada awal Desember.

Selama masa kekeringan, pemerintah daerah masih menyiapkan langkah antisipasi untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di wilayah terdampak.