Sultan HB X Harap Kasus Daycare Little Aresha jadi yang Terakhir di Jogja
·waktu baca 1 menit

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, turut menanggapi kasus dugaan kekerasan terhadap anak yang terjadi di Daycare Little Aresha, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
Sultan berharap, kejadian serupa tak akan terulang kembali di kemudian hari.
“Harapan saya itu yang pertama dan terakhir ya, karena di Jogja itu tidak senang dengan kekerasan,” tegas Sultan kepada awak media di Kompleks Kepatihan, Senin (27/4).
Sultan menyebut, dirinya baru akan bertemu dengan dinas terkait pada Selasa (28/4) untuk mengetahui detail kasus tersebut.
“Saya tidak tahu sebenarnya background yang mendasari kekerasan itu dilakukan apa, saya belum tahu. Saya baru akan bertemu dengan kepala dinas terkait baru besok,” ujarnya.
Dugaan kasus kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha terungkap setelah polisi melakukan penggerebekan pada Jumat (24/4).
Saat ini, Polresta Yogyakarta telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka dan masih mendalami motif para pelaku. Adapun 13 tersangka terdiri dari ketua yayasan, kepala sekolah, dan 11 orang pengasuh.
