Surakman Ditemukan, Apakah Pencarian 2 Kru dan 5 Wartawan Dilanjutkan?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki didampingi Gubernur Banten Andra Soni dan jajaran menunjukkan foto jenazah ABK Arupadhatu 1, Surakman, saat konferensi pers di Mapolda Banten, Kota Serang, Rabu (23/9/2026). Foto: Rafsanjani/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki didampingi Gubernur Banten Andra Soni dan jajaran menunjukkan foto jenazah ABK Arupadhatu 1, Surakman, saat konferensi pers di Mapolda Banten, Kota Serang, Rabu (23/9/2026). Foto: Rafsanjani/ANTARA FOTO

Penemuan jasad Surakman (60), salah satu kru kapal yang membawa lima wartawan untuk liputan Gunung Anak Krakatau (GAK), membuka harapan baru bagi keluarga terkait pencarian dua kru dan lima wartawan lainnya.

Belakangan muncul pertanyaan, apakah pencarian terhadap tujuh orang lainnya akan dibuka kembali?

Kepala Basarnas Banten Al Amrad menyatakan pihaknya tidak akan membuka kembali operasi pencarian terhadap korban kapal Arupadatu 1 yang hilang di perairan Selat Sunda.

Al Amrad mengatakan operasi pencarian sebelumnya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Informasi yang kami terima tanggal 8 kita tindaklanjuti hingga tanggal 14, kita masih melakukan pencarian di lokasi hilangnya para korban,” kata Al Amrad, Rabu (23/9).

Menurut Al Amrad, pihaknya telah menjalankan operasi pencarian sesuai prosedur. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Secara aturan kita itu melaksanakan pencarian tujuh hari, diperpanjang sampai 10 hari, tidak ada tanda-tanda korban,” katanya.

Setelah masa operasi pencarian dan perpanjangan berakhir, operasi dihentikan atau dialihkan menjadi pemantauan.

“Penghentian atau pembukaan kembali, jika setelah masa perpanjangan korban tetap tidak ditemukan dan tidak ada tanda-tanda penemuan, operasi dapat ditutup atau dialihkan menjadi pemantauan atau pengawasan tanpa batas waktu,” ujarnya.

Al Amrad menjelaskan, pemantauan tetap dilakukan dengan berkomunikasi dengan nelayan, kapal-kapal transportasi, serta kapal yang melintas di perairan Selat Sunda.

Dengan ditemukannya jasad Surakman di Pulau Enggano dan hasil pencocokan DNA yang menunjukkan kesesuaian, Basarnas Banten tetap melanjutkan pemantauan terhadap kemungkinan adanya informasi baru terkait korban lainnya.

Identitas:

5 Jurnalis

  • M. Bagus Khoirunnas — Antara

  • Ari Basuki — Merdeka.com

  • Yudhistiro Pranoto — iNews

  • Firdaus/Daus — Anadolu Agency

  • Donal — Jurnalis lepas (freelance)

2 Kru Kapal & Pemandu

  • Warta — Kapten kapal

  • Surakman — Awak kapal/ABK, telah ditemukan di Bengkulu

  • Heriyanto — pemandu