Survei Litbang Kompas: Citra Positif Polri Tembus 71,5%, Kepercayaan Publik Naik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo (kanan) didampingi Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo (tengah) dan jajaran bersiap menyampaikan paparan dalam Rilis Akhir Tahun 2025 Polri di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
zoom-in-whitePerbesar
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo (kanan) didampingi Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo (tengah) dan jajaran bersiap menyampaikan paparan dalam Rilis Akhir Tahun 2025 Polri di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Polri mencatatkan rapor positif dalam evaluasi publik pada April 2026. Berdasarkan survei Litbang Kompas, ada peningkatan signifikan pada indikator citra, kepuasan hingga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan survei, tingkat keyakinan publik kinerja Polri akan semakin baik mencapai 82,4 persen, naik dari 76,2 persen dibandingkan hasil survei pada Oktober 2025.

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan Polri juga naik menjadi 67,6 persen dari sebelumnya 65,1 persen. Sementara citra positif kelembagaan melesat ke angka 71,5 persen, lebih tinggi dari capaian tahun lalu yang berada di angka 64,4 persen.

Tingginya angka-angka tersebut berjalan lurus dengan temuan di sektor pelayanan publik. Berdasarkan penilaian responden yang pernah berurusan langsung dengan kepolisian, skor profesionalitas layanan naik dari 7,76 pada Oktober 2025 menjadi 8,37 pada April 2026.

Salah satu layanan yang dinilai baik adalah pengurusan dokumen yang dipandang tidak diskriminatif. Selain itu, sekitar 80 persen responden menyatakan fasilitas di kantor polisi kini sudah nyaman.

Capaian secara kelembagaan ini menempatkan Polri di jajaran lima besar institusi negara yang dipercaya publik. Di ranah penegakan hukum, tingkat kepercayaan terhadap Polri disebut Litbang Kompas, melampaui institusi penegak hukum lain seperti Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung dan KPK.

Ilustrasi Polri. Foto: Herwin Bahar/Shutterstock

Selain layanan, survei ini merekam pandangan publik terhadap pengawasan internal di tubuh Polri. Meski responden masih melihat adanya pelanggaran oknum seperti arogansi (23,0 persen) dan pungutan liar (19,5 persen), masyarakat memvalidasi adanya ketegasan pemberian sanksi dari pimpinan Polri.

Sebanyak 94,3 persen responden mengetahui sanksi tegas telah dijatuhkan kepada oknum yang melakukan penembakan tanpa prosedur.

Ketegasan sanksi juga diyakini publik telah diterapkan pada kasus kekerasan (88,6 persen), perselingkuhan (80,8 persen), serta penyelundupan narkoba (80,3 persen).

Berikut tiga indikator utama capaian positif Polri berdasarkan survei:

  • Tingkat Kepercayaan: Naik menjadi 82,4 persen pada 2026 (sebelumnya 76,2 persen pada 2025)

  • Citra Positif: Melonjak menjadi 71,5 persen pada 2026 (sebelumnya 64,4 persen pada 2025)

  • Tingkat Kepuasan: Meningkat menjadi 67,6 persen pada 2026 (sebelumnya 65,1 persen pada 2025)

Metode Survei

Survei Litbang Kompas diselenggarakan pada 9 hingga 18 April 2026 melalui metode wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden.

Pengambilan sampel dilakukan secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi. Dengan tingkat kepercayaan 95 persen, survei ini memiliki margin of error sebesar 2,83 persen.