Survei Parameter Politik: 59,5% Publik Setuju Prabowo Bentuk Koalisi Besar

Lembaga Survei Parameter Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas partai politik dan sejumlah isu kekinian pada September 2026.
Salah satu isu yang disurvei adalah pandangan publik terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto merangkul seluruh partai politik, termasuk partai yang kalah dalam pemilu, untuk bergabung dalam koalisi besar.
Hasilnya, sebanyak 59,5 persen responden menyatakan setuju dengan langkah tersebut. Sementara itu, 16,8 persen responden menyatakan tidak setuju dan 23,7 persen lainnya tidak menjawab
“Ada sekitar 59,5 persen masyarakat yang menyatakan setuju dengan langkah politik yang dilakukan oleh presiden merangkul semua partai politik, termasuk partai politik yang kalah,” kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, dalam pemaparan hasil survei di kanal YouTube Parameter Politik Indonesia, Sabtu (5/9).
Menurut Adi, temuan tersebut juga konsisten dengan hasil survei Parameter Politik Indonesia beberapa waktu lalu ketika Prabowo memutuskan bergabung dan berkoalisi dengan Presiden Joko Widodo setelah Pilpres 2019.
“Ini konsisten beberapa waktu yang lalu ketika Prabowo Subianto memutuskan bergabung berkoalisi dengan Pak Jokowi sesaat setelah Pilpres 2019, hasil survei yang kita lakukan di Parameter Politik Indonesia mayoritas menyatakan setuju dengan koalisi di mana koalisi itu juga merangkul pihak-pihak yang kalah,” lanjut Adi.
Metode Survei
Survei Parameter Politik Indonesia dilakukan terhadap warga negara Indonesia yang berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.
Survei melibatkan 1.200 responden yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, 120 kecamatan, dan 120 desa/kelurahan.
Penarikan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh surveyor mahasiswa dan berlangsung pada 20 Juli hingga 3 Agustus 2026.
