Tangis Keluarga Tour Guide 5 Wartawan yang Hilang Sekitar Anak Krakatau

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Keluarga dari tour guide 5 wartawan yang hilang, Heriyanto, Evie, di posko pencarian di Dermaga Marina, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu (9/9/2026). Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Keluarga dari tour guide 5 wartawan yang hilang, Heriyanto, Evie, di posko pencarian di Dermaga Marina, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu (9/9/2026). Foto: Dok. kumparan

Keluarga korban hilang KM Arupadhatu 1 tak kuasa menahan tangis usai belum ada kabar penemuan para korban di hari kedua operasi pencarian. Di kapal itu, ada tiga awak bersama lima orang wartawan yang hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

Keluarga tak kuasa tahan tangis saat menunggu di posko pencarian di Dermaga Marina, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu (9/9).

Kapal tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

Rencananya para rombongan akan melakukan perjalanan PP (pulang pergi) di hari yang sama. Namun, hingga keesokan harinya, para rombongan tak kunjung pulang ke Pantai Carita dan hilang kabar.

Istri dari tour guide Heriyanto, Evie, mengaku mulai khawatir ketika suaminya tak kunjung pulang hingga malam. Padahal menurutnya, para rombongan dijadwalkan pulang di pukul 20.00 WIB.

"Senin malam sudah khawatir, karena kan enggak nginap bilangnya. Biasanya, jam 8 atau jam 9 malam itu udah sampai (Carita), ini sampai pagi enggak ada pulang," kata Evie sambil sesekali menyeka air mata saat ditemui di posko pencarian di Dermaga Marina, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu (9/9).

Evie mengaku, kekhawatirannya semakin besar setelah tidak ada informasi keberadaan kapal yang ditumpangi suaminya dan rombongan 5 jurnalis di areal Gunung Anak Krakatau dari para nelayan dan tour guide lain.

Bahkan, kata Evie, dirinya sempat melakukan pencarian di sekitar pesisir Pantai Carita bersama anaknya untuk mencari keberadaan suaminya dengan harapan melihat KM Arupadhatu bersandar.

"Hari Selasa siang itu kebetulan ada kapal yang baru pulang juga (dari Gunung Anak Krakatau), pas ditanyain katanya nggak lihat ada kapal di sana. Ke nelayan juga bilang sama, nggak lihat ada kapal," ungkap Evie.

"Saya sampai ngajak anak buat nyari ke pesisir. Kata anak saya, kok ayah belum pulang, ayo kita cari Bu," ujar Evie sambil menirukan percakapannya dengan sang anak.

Basarnas Lampung lakukan pencarian rombongan wartawan yang hilang di Selat Sunda. Foto: Dok. SAR

Sempat Kirim Foto

Diakui Evie, suaminya sempat mengirimkan sebuah foto Gunung Anak Krakatau melalui pesan WhatsApp pada Senin (7/9) sekitar pukul 18.13. Namun saat dirinya membalas pesan tersebut sambil menanyakan kabar kepulangan suaminya justru sudah tak terkirim.

"Dia kirim foto itu di jam 18.13 WIB. Terus jam 19.35 WIB itu saya tanya lagi pulang jam berapa, enggak dibalas karena ceklis satu," ungkapnya.

Ia berharap, ada keajaiban dalam operasi pencarian sehingga tim SAR gabungan bisa segera menemukan keberadaan suaminya dan para korban lain dengan selamat.

"Mudah-mudahan bisa segera ada titik temu, ada kabar, ketemu dengan selamat semuanya," tandas Evie.

Identitas 8 Orang di Kapal

Ada delapan orang di kapal yang hilang tersebut. Lima orang wartawan atas nama: Muhammad Bagus Khoirunas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka, Yudis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan wartawan freelance.

Kemudian, tiga lainnya yakni kru atas nama Warta (55), kru Surakman (60), dan guide Heriyanto (49).