Tangis Pecah Keluarga saat Pemakaman Kopral Rico di TM Pahlawan Lubuk Pakam

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana pemakaman Kopral Rico Pramudia di Taman Makam Pahlawan Lubuk Pakam, Deli Serdang, Rabu (29/4/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana pemakaman Kopral Rico Pramudia di Taman Makam Pahlawan Lubuk Pakam, Deli Serdang, Rabu (29/4/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Pemakaman Kopral Rico Pramudia (31) di Taman Makam Pahlawan, Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, diiringi tangis keluarga. Kerabat hingga rekan tampak mengantarkan Kopral Rico ke peristirahatan terakhirnya.

Upacara pemakaman berlangsung haru. Suara dentuman senjata mengiringi prosesi pemakaman jenazah Kopral Rico. Isak tangis keluarga tak tertahan saat jenazah dimakamkan.

Upacara pemakaman tersebut dihadiri Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo. Ia mengatakan Kopral Rico selama hidupnya telah mengabdikan diri sepenuhnya kepada negara dan bangsa Indonesia.

"Pengabdian, integritas, dan dharma bakti almarhum sebagai Bhayangkara negara telah memberikan teladan yang patut kita contoh. Segala jasa dan pengorbanan yang telah beliau berikan bagi kesatuan, TNI, nusa, dan bangsa akan terukir abadi dalam sanubari kita semua," kata Joko.

"Kepada bapak, ibu, dan seluruh keluarga besar almarhum yang ditinggalkan, kami menyadari betapa beratnya cobaan ini. Kehilangan sosok suami, ayah, putra, atau saudara terkasih adalah kedukaan yang tidak mudah. Namun, yakinlah bahwa kepergian almarhum adalah kepergian seorang pahlawan yang telah menyelesaikan tugasnya dengan sempurna," lanjutnya.

Kopral Rico gugur setelah mengalami luka berat akibat ledakan proyektil artileri di wilayah Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3). Ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit di Beirut sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (24/4).

Kontingen UNIFIL menggelar upacara penghormatan untuk mengenang gugurnya Kopral Rico di Beirut, Lebanon. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Misi dan Komandan UNIFIL, Mayjen Diodato Abagnara.