Tarif Kursi Roda di Masjidil Haram Meroket Jelang Puncak Haji, Capai 600 Riyal

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi jemaah dengan kursi roda. Foto: Dok. MCH 2026
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jemaah dengan kursi roda. Foto: Dok. MCH 2026

Jutaan manusia yang tumpah ruah di Makkah jelang puncak haji. Ini berdampak langsung pada melambungnya tarif jasa pendorong kursi roda di pelataran Masjidil Haram.

Dalam kondisi normal, jasa pendorong resmi yang melayani rute lengkap tawaf dan sa'i dibanderol di kisaran 250 hingga 300 Riyal. Namun, seiring menyusutnya ketersediaan tenaga pendorong, harga kesepakatan di lapangan dapat melonjak hingga dua kali lipat, mencapai 600 Riyal atau setara Rp 2,5 juta.

"Semakin dekat hajian sampai 500-600 Riyal, dan fixed mereka itu kadang-kadang tidak mau lagi ditawar," ungkap Kepala Seksi PKP2JH, Lansia dan Disabilitas Daker Makkah PPIH Arab Saudi 2026, Mayor CKM dr Ridwan Siswanto, Sabtu (2/5).

Titik kritis lonjakan harga biasanya terjadi saat jemaah mencoba melakukan negosiasi dadakan di lintasan sa'i karena mengalami kelelahan.

"Kalau awal-awal waktu jemaah belum banyak datang masih sekitar 100 Riyal, tapi begitu jemaah makin ramai harga naik terus," kata dia.

Menyiasati trik macam itu, jemaah disarankan menggunakan program Kartu Kendali yang titik transaksinya berada di terminal Bus Shalawat. Petugas terminal seperti di Syib Amir, Jabal Ka'bah, maupun Ajyad akan membantu mengunci harga maksimal agar tidak melewati angka 350 Riyal.

Jemaah calon haji menaiki bus Shalawat di Syisyah untuk menuju Masjidil Haram, di Makkah, Arab Saudi, Jumat (1/5/2026). Foto: Citro Atmoko/ANTARA FOTO

Perbedaan harga antarterminal juga wajib menjadi kalkulasi pendamping jemaah sebelum menyewa jasa dorongan. Terminal Ajyad mematok harga termurah karena kontur jalannya yang relatif datar, berbanding terbalik dengan Jabal Ka'bah yang menanjak.

"Itu bisa dinego, nah itulah kita petugas yang bantu negokan, jadi jemaah siapkan uang pas sejumlah 300 atau 250 Riyal," tambah dr Ridwan memastikan pendampingan petugas.

Jemaah juga diminta menyiapkan pecahan Riyal dengan nominal yang pas sebelum pelaksanaan ibadah dimulai. Proses transaksi yang lancar tanpa uang kembalian akan menghindari perdebatan tidak perlu dengan pendorong berbahasa Arab tersebut.