Terima Kunjungan Imam Besar Al-Aqsa, Megawati Tegaskan Dukungan untuk Palestina

Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menerima kunjungan kehormatan Utusan Khusus dan Penasihat Presiden Palestina, Dr. Mahmoud Sudqi Al-Habbash, bersama Imam Besar Masjid Al-Aqsa, Syekh Muhammad Hussein, di kediamannya di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/9) sore.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari.
Sementara itu, Megawati didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah dan Azwar Anas, Direktur Eksekutif Megawati Institute Hilmar Farid, serta Sekretaris Jenderal Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Helmi Hidayat.
Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Megawati mengawali perbincangan dengan mengenang pesan ayahnya, Presiden pertama RI Soekarno, mengenai perjuangan bangsa Palestina.
Megawati mengatakan, sejak kecil dirinya telah ditanamkan oleh Bung Karno mengenai pentingnya memberikan perhatian terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. Pesan tersebut, menurut Megawati, terus dipegang hingga saat ini.
"Saya yang disebut Presiden kelima Republik Indonesia, terus mendukung perjuangan dari negara Palestina sampai ada haknya untuk merdeka," kata Megawati.
Dalam pertemuan tersebut, Dr. Mahmoud Sudqi Al-Habbash memaparkan kondisi terkini yang dihadapi rakyat Palestina, termasuk situasi di Gaza, Tepi Barat, serta kondisi di Masjid Al-Aqsa.
Mendengar paparan tersebut, Megawati kemudian mengaitkannya dengan nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila. Ia menilai penderitaan yang dialami rakyat Palestina bertentangan dengan prinsip kemanusiaan dan keadilan.
"Dan tentunya apa yang tadi diceritakan dari segala penderitaan rakyat Palestina, baik di Tepi Barat maupun Gaza, itu menurut saya adalah sebuah kebiadaban," tegas Megawati.
Megawati juga mengingatkan kembali semangat Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung yang diikuti 29 negara. Menurutnya, semangat Bandung menjadi salah satu fondasi penting dalam perjuangan bangsa-bangsa melawan kolonialisme serta mendukung kemerdekaan dan kedaulatan bangsa-bangsa yang masih berada dalam penjajahan.
Komitmen terhadap perjuangan Palestina, kata Megawati, juga terus disuarakannya dalam berbagai forum internasional yang dihadirinya.
Dalam setiap kesempatan berbicara di forum dunia, Megawati menyatakan dirinya konsisten menyuarakan dukungan terhadap hak rakyat Palestina untuk memperoleh kemerdekaan.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Mahmoud Sudqi Al-Habbash mengungkapkan kondisi sulit yang dihadapi umat Islam untuk dapat beribadah di Masjid Al-Aqsa.
Ia menyebut Imam Besar Masjid Al-Aqsa, Syekh Muhammad Hussein, bahkan telah berbulan-bulan tidak dapat menunaikan salat di masjid tersebut.
"Beliau Imam Besar Al-Aqsa tapi tidak bisa sholat di Masjid Al-Aqsa," kata Mahmoud sambil menunjuk Syekh Muhammad Hussein yang duduk di sampingnya.
Mahmoud juga menyampaikan penghormatan dan apresiasi atas sikap masyarakat serta Pemerintah Indonesia yang selama ini dinilai konsisten memberikan dukungan kepada rakyat Palestina dan perjuangan kemerdekaan Palestina.
Ia mengatakan rakyat Palestina tetap bertahan dan melanjutkan perjuangan mereka meski menghadapi situasi yang sangat berat.
"Walaupun begitu, bangsa Palestina dan militer Palestina masih berjuang, masih terus berjuang untuk mereka menjaga Palestina sampai Palestina merdeka, insyaallah," ujar Mahmoud.
Dalam pertemuan itu, Mahmoud kembali menyampaikan harapan agar Megawati terus memberikan dukungan bagi perjuangan rakyat Palestina hingga mencapai kemerdekaan.
Menjelang akhir pertemuan, Imam Besar Masjid Al-Aqsa Syekh Muhammad Hussein menyampaikan doa khusus untuk Indonesia, Bung Karno, Megawati, serta rakyat Palestina.
Syekh Muhammad Hussein mendoakan agar Indonesia senantiasa menjadi bangsa yang makmur dan sejahtera. Ia juga mendoakan Presiden pertama RI Soekarno mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.
Kepada Megawati, Syekh Muhammad Hussein memanjatkan doa agar Presiden ke-5 RI tersebut senantiasa diberikan kesehatan.
Ia juga mendoakan agar rakyat Palestina dan umat Islam di seluruh dunia memperoleh kedamaian, kesejahteraan, serta kehidupan yang lebih baik.
Di akhir pertemuan, Utusan Khusus dan Penasihat Presiden Palestina, Dr. Mahmoud Sudqi Al-Habbash, dan Imam Besar Masjid Al-Aqsa, Syekh Muhammad Hussein, turut menyampaikan duka cita atas meninggalnya adik bungsu Megawati, Guruh Soekarnoputra, beberapa hari sebelumnya.
Imam Besar Masjid Al-Aqsa juga mendoakan Guruh Soekarnoputra.
Menjelang pertemuan berakhir, Megawati menerima kenang-kenangan berupa syal khas Palestina (Kaffiyeh) yang dikalungkan langsung oleh Utusan Khusus dan Penasihat Presiden Negara Palestina Dr. Mahmoud Sudqi Al-Habbash dan Imam Besar Masjid Al-Aqsa Syekh Muhammad Hussein.
Megawati menyerahkan kapal phinisi untuk diteruskan ke Presiden Palestina, Mahmoud Abbas.
