Terima PM Bulgaria, Puan Kenang Mawar Sukarno yang Kini Dibudidayakan di RI

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 6 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Republik Bulgaria, Alexander Poulev, beserta delegasi di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026). Foto: Dok. DPR RI
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Republik Bulgaria, Alexander Poulev, beserta delegasi di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026). Foto: Dok. DPR RI

Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri (PM) sekaligus Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Republik Bulgaria, Alexander Poulev, beserta delegasi di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Puan menyinggung sejarah panjang hubungan Indonesia-Bulgaria sekaligus mendorong penguatan kerja sama bilateral di berbagai bidang, khususnya sektor pendidikan dan olahraga.

“Selamat datang di Jakarta, dan selamat datang di Gedung DPR RI, bangunan bersejarah dengan nilai yang sangat penting bagi Indonesia,” kata Puan saat menyambut Wakil PM Bulgaria.

Puan menyambut langsung Alexander Poulev dan rombongan di lobby Gedung Nusantara. Ia didampingi Ketua Komisi I DPR Utut Adianto, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris, dan Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Irine Yusiana Roba Putri.

Saat tiba di Gedung Nusantara, Wakil PM Bulgaria Alexander Poulev menandatangani piagam kehadiran ditemani Puan. Setelahnya, Wakil PM Bulgaria beserta delegasi melakukan sesi foto bersama dengan Puan dan perwakilan DPR yang hadir.

Dalam pertemuan, Puan menyinggung kunjungan Wakil PM Alexander Poulev yang berdekatan waktunya dengan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Bulgaria pada 20 September nanti. Menurut Puan, momentum ini menjadi indikasi nyata eratnya hubungan antara Indonesia dan Bulgaria.

“Bulgaria merupakan salah satu negara di Eropa yang paling awal mengakui kemerdekaan Indonesia. Presiden pertama Indonesia, Presiden Soekarno, mengunjungi Bulgaria di tahun 1961 sebagai komitmen persahabatan kedua negara,” tutur cucu Soekarno itu.

Puan kemudian mengenang kunjungan Presiden Soekarno ke Bulgaria. Dalam lawatannya ke negara tersebut, Bung Karno membawa pulang bunga mawar khas Bulgaria yang dikenal karena keindahan dan aromanya yang sangat harum. Hingga saat ini, Bulgarian Rose masih dibudidayakan di Indonesia.

“Beliau membawa pulang Bulgarian Rose yang sampai sekarang masih dibudidayakan di Indonesia sebagai bahan baku pembuatan parfum dan minyak atsiri,” jelas Puan.

Puan berharap pertemuan tersebut dapat semakin mempererat hubungan bilateral Indonesia-Bulgaria sekaligus membuka peluang kerja sama baru yang memberikan manfaat bagi kedua negara.

“Yang Mulia, Indonesia memandang Bulgaria sebagai mitra penting di Kawasan Balkan dan Eropa,” ucap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut.

Menurut Puan, kemitraan Indonesia-Bulgaria tidak hanya didasari oleh kepentingan praktis, tetapi juga memiliki fondasi kesamaan nilai, khususnya demokrasi, multilateralisme, penghormatan terhadap hukum internasional, dan komitmen terhadap tatanan dunia yang berbasis aturan (rule-based international order).

“Di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian global, nilai-nilai ini menjadi pegangan untuk kita saling menghargai dan mengedepankan kerja sama,” sebut Puan.

Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Republik Bulgaria, Alexander Poulev, beserta delegasi di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026). Foto: Dok. DPR RI

Puan menyatakan, DPR sebagai perwakilan rakyat Indonesia mengajak Bulgaria untuk bersama-sama melakukan upaya terbaik dalam mewujudkan tatanan politik, ekonomi, dan sosial dunia yang lebih baik, maju, adil dan lebih manusiawi.

“Tatanan dunia yang menempatkan kemanusiaan dan kesejahteraan bersama sebagai tujuan utama hubungan antarbangsa dan antarnegara. Memastikan bahwa setiap bangsa dan negara dapat maju secara bermartabat dan dihormati kedaulatannya,” sebutnya.

“Negara tidak seharusnya saling bekompetisi untuk meraih kesejahteraan tapi harus kerjasama saling menguntungkan,” tambah Puan.

Puan memastikan, DPR terus berkomitmen untuk terus mendorong kerja sama kedua negara melalui diplomasi parlemen di mana dalam konteks forum multilateral, DPR RI dan Majelis Nasional Bulgaria juga menjalin kerja sama yang baik dan saling mendukung di forum-forum seperti Inter-Parliamentary Union (IPU) dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Global Parliamentary Network.

Saat ini, Bulgaria dan Indonesia sama-sama sedang dalam proses aksesi untuk menjadi anggota dari OECD atau Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi.

“Dalam konteks tersebut, kedua parlemen dapat bertukar pengalaman mengenai proses reformasi kebijakan, harmonisasi regulasi, serta penguatan tata kelola ekonomi dan investasi,” ungkap Puan.

Bahas Ekonomi-Olahraga

Sementara dalam kerja sama ekonomi dan perdagangan kedua negara, Puan melihat ada potensi pengembangan yang cukup besar.

“Perkembangan ekonomi dan perdagangan Indonesia dan Bulgaria dari tahun ke tahun telah memperlihatkan potensi yang menjanjikan. Hal ini menjadi catatan bagi kami untuk mendorong Pemerintah RI untuk terus meningkatkan volume dan diversifikasi perdagangan kedua negara,” paparnya.

Puan pun menilai, Bulgaria memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk produk Indonesia ke kawasan Balkan dan Eropa. Menurutnya, pelabuhan Varna dan Burgas di Bulgaria dapat menjadi hub bagi produk Indonesia untuk dipasarkan di Kawasan Balkan.

Untuk itu, Puan berharap dukungan Pemerintah dan Parlemen Bulgaria untuk memfasilitasi hal ini. Pada saat yang sama, DPR disebut juga akan mendorong Pemerintah Indonesia untuk lebih memfasilitasi Bulgaria berinvestasi dan menjual produknya di Asia Tenggara, melalui Indonesia sebagai hub.

“Kami juga berharap semakin banyak perusahaan Bulgaria yang melihat Indonesia sebagai basis investasi untuk pasar ASEAN dan kawasan,” ujar Puan.

Dalam konteks Uni Eropa, Puan berharap kerja sama ekonomi Indonesia dengan Eropa semakin meningkat, terlebih setelah rampungnya perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia-EU CEPA).

“Kami harap Bulgaria menjadi mitra penting Indonesia dalam memanfaatkan secara maksimal kesepakatan Indonesia-EU CEPA,” lanjut mantan Menko PMK itu.

Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Republik Bulgaria, Alexander Poulev, beserta delegasi di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026). Foto: Dok. DPR RI

“DPR RI berkomitmen memberikan dukungan parlemen melalui penguatan regulasi dan diplomasi parlemen untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi peningkatan perdagangan dan investasi kedua negara,” sambungnya.

Di sisi lain, Puan mengatakan hubungan bilateral yang kuat pada akhirnya harus bertumpu pada hubungan yang kuat antara masyarakat kedua negara. Oleh karenanya, ia menekankan pentingnya penguatan kerja sama sosial-budaya antara Indonesia dengan Bulgaria.

“Sebagai perwakilan dari rakyat, kami di DPR RI mendorong peningkatan interaksi masyarakat Indonesia dan Bulgaria, termasuk melalui pendidikan, pertukaran budaya, pariwisata, dan ketenagakerjaan,” urai Puan.

Secara khusus, Puan mendorong kerja sama dalam peningkatan kapasitas kepemudaan, pendidikan, olahraga, pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, dan pemberian beasiswa.

“Saya mengapresiasi upaya untuk memperkenalkan dan mengajarkan Bahasa Indonesia di University of Sofia. Saya juga mengapresiasi pendirian Indonesian Permanent Heritage Collection di Galeri Nasional Bulgaria sejak 2019,” ungkap Puan.

Meski kunjungan wisatawan Bulgaria ke Indonesia setiap tahunnya terus meningkat, Puan menilai masih terdapat potensi besar peningkatan kerja sama di bidang pariwisata.

“Karena itu, promosi pariwisata dan peningkatan konektivitas udara perlu menjadi bagian dari agenda bersama untuk lebih membuka ruang perjumpaan langsung antara masyarakat Indonesia dan Bulgaria,” terangnya.

Di bidang ketenagakerjaan, Puan melihat peluang kerja sama Indonesia-Bulgaria yang cukup besar. Terutama untuk memanfaatkan pesatnya perkembangan sektor pariwisata di Bulgaria.

“Pertemuan kita hari ini cermin komitmen bersama Indonesia dan Bulgaria untuk terus menjalin persahabatan dan kerja sama untuk kepentingan bersama,” ucap Puan.

Dengan semangat 70 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Bulgaria, Puan optimis hubungan Indonesia-Bulgaria kedepannya akan semakin kuat dan harmonis.

“Seindah dan seharum Bulgarian Rose yang dibawa oleh Bung Karno dari Bulgaria, seindah itu juga persahabatan yang terjalin antara Indonesia dan Bulgaria,” tuturnya.

“Sekali lagi saya ingin mengucapkan terima kasih atas kunjungan Yang Mulia ke Indonesia,” pungkas Puan.