Terkait ISIS, Warga Australia yang Pulang dari Suriah Terancam Ditangkap

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi aktivitas daring kelompok ISIS. Foto: Macthia/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi aktivitas daring kelompok ISIS. Foto: Macthia/Shutterstock

Sebanyak 13 warga Australia yang diduga terkait kelompok ISIS dilaporkan akan kembali dari Suriah ke negaranya pada Rabu (6/5). Mereka beberapa di antaranya terancam ditangkap.

13 warga tersebut terdiri dari empat perempuan dan sembilan anak. Mereka tinggal di kamp Roj di Suriah dan diperkirakan tiba di bandara Sydney dan Melbourne pada hari Kamis (7/5) waktu setempat.

Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke mengetahui kabar tersebut pada Kamis ini. Pemerintah Australia tidak akan memberikan bantuan dan 13 warga tersebut harus menghadapi konsekuensi hukum.

“Pemerintah tidak membantu dan tidak akan membantu individu-individu ini,” kata Burke dikutip dari AFP.

“Mereka (13 orang tersebut) telah membuat keputusan yang sangat buruk dan memalukan. Jika ada dari individu ini kembali ke Australia, dan jika mereka telah melakukan kejahatan, mereka dapat menghadapi penegakan hukum secara penuh, tanpa pengecualian,” jelasnya.

Polisi Australia telah mengumpulkan bukti di Suriah dan menyelidiki apakah warganya telah melakukan kejahatan berdasarkan hukum Australia. Termasuk, bepergian ke wilayah terlarang dan terlibat dalam perdagangan orang.

“Beberapa individu akan ditangkap dan didakwa,” kata Komisaris Polisi Federal Australia Krissy Barrett.

Penyelidikan masih terus dilakukan. Sementara mereka yang merupakan anak-anak akan menjalani program integritas masyarakat.

“Anak-anak yang kembali dalam kelompok ini akan diminta untuk mengikuti program integrasi masyarakat, dukungan terapeutik, dan program penanggulangan ekstremisme kekerasan,” tambahnya.