Konten dari Pengguna

Tidak Harus Menunggu Hebat untuk Mulai Berdampak

Perjalanan Pengabdian dari Perawat hingga Pembimbing Kesehatan Kerja

Potret perjalanan pengabdian sebagai ASN di bidang pelayanan dan kesehatan kerja Sumber: Dokumentasi Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Potret perjalanan pengabdian sebagai ASN di bidang pelayanan dan kesehatan kerja Sumber: Dokumentasi Pribadi

Tidak semua pengabdian ASN terdengar sampai ke ruang publik. Ada pekerjaan yang selesai tanpa tepuk tangan, risiko yang berhasil dicegah sehingga tidak pernah menjadi berita, dan pegawai yang setiap hari datang, bekerja, melayani, lalu pulang tanpa tahu apakah pekerjaannya benar-benar dianggap berarti.

Saya mengenal pengabdian seperti itu.

Saat bertugas sebagai perawat di Puskesmas dan terlibat dalampelayanan imunisasi di Posyandu. sumber: Dokumentasi pribadi

1 Januari 2011 menjadi awal perjalanan saya sebagai CPNS. Saya mengawali pengabdian sebagai perawat di Puskesmas Teluk Tiram Kota Banjarmasin. Saat itu, saya belum membayangkan bahwa perjalanan ini akan membawa saya melewati berbagai perubahan, tantangan dan pembelajaran yang kemudian membentuk cara pandang saya tentang arti menjadi ASN.

Delapan tahun kemudian, tepatnya 1 Mei 2019, pengabdian saya berlanjut ketika saya mutasi ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan bertugas di RSGM Gusti Hasan Aman. Saat itu saya masih bertugas sebagai perawat. Lingkungan kerja berubah, tantangan bertambah tetapi komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik tidak boleh berubah.

Pengabdian dalam pelayanan kesehatan di RSGM Gusti Hasan Aman Provinsi Kalimantan Selatan. Sumber: Dokumentasi pribadi

Di lingkungan baru, saya belajar bahwa menjadi ASN bukan sekadar menjalankan tugas dan fungsi. Setiap tempat kerja menghadirkan tantangan sekaligus kesempatan untuk berkembang. Pengalaman inilah yang kemudian membawa saya mendalami bidang kesehatan kerja hingga memperoleh kesempatan berpindah jabatan menjadi Pembimbing Kesehatan Kerja dari jenjang Ahli Pertama hingga kini Ahli Muda.

Berbagi pengetahuan menjadi bagian dari perjalanan pengabdian dan pengembangan kompetensi. Sumber : Dokumentasi pribadi

Perubahan itu bukan sekadar perubahan jabatan. Saya belajar melihat pelayanan dari sudut yang lebih luas: bukan hanya bagaimana pasien mendapatkan pelayanan, tetapi juga bagaimana tenaga kesehatan dan seluruh pekerja dapat bekerja secara aman, sehat dan produktif.

K3RS dan manajemen risiko kemudian menjadi bagian penting dari pengabdian saya. Saya terlibat dalam identifikasi bahaya dan penilaian risiko, edukasi keselamatan, pemantauan, evaluasi serta upaya pencegahan risiko di lingkungan kerja. Saya belajar bahwa keberhasilan keselamatan sering kali justru tidak terlihat. Ketika bahaya berhasil dikendalikan dan kecelakaan tidak terjadi, mungkin tidak ada berita dan tidak ada tepuk tangan. Namun seseorang dapat pulang ke rumah dengan selamat.

Bagi saya, itulah makna sederhana dari pengabdian: mencegah masalah sebelum menjadi kejadian.

Diskusi dan kolaborasi dalam menjalankan tugas serta meningkatkan kualitas pekerjaan. Sumber : Dokumentasi pribadi

Saya juga menyadari bahwa ASN tidak boleh berhenti pada rutinitas. Karena itu, saya terus mengembangkan kompetensi dan menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen dengan konsentrasi Manajemen Rumah Sakit. Pengalaman dan pengetahuan yang saya peroleh berusaha saya tuangkan menjadi karya yang bermanfaat.

Beberapa karya saya telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa pencatatan Hak Cipta, antara lain Keselamatan dan Kesehatan Kerja (2025), Manajemen Bahaya Fisik (2024), Kebakaran dan Bahaya Utama (2024), SDM Rumah Sakit: Dari Perencanaan Hingga Peningkatan Mutu (2025), Sanitasi Rumah Sakit (2025) serta Psikologi dan Bimbingan Konseling (2026). Saya juga turut berkontribusi sebagai penulis dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik di Organisasi Publik (2026).

Bagi saya, karya bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi cara mengubah pengalaman dan pengetahuan selama pengabdian menjadi sesuatu yang dapat memberi manfaat bagi orang lain.

Pendidikan menjadi bagian dari perjalanan untuk terus belajar, bertumbuh dan meningkatkan kapasitas diri. Sumber : Dokumentasi pribadi

Namun pengabdian tidak selalu berjalan tanpa pergulatan. Ada masa ketika saya bertanya: apakah kompetensi dan kontribusi saya sudah cukup terlihat? Pertanyaan itu semakin kuat ketika tuntutan kebutuhan hidup terasa semakin besar. Bahkan pernah terlintas dalam pikiran saya untuk mencari peluang pekerjaan lain demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Bukan karena saya tidak mencintai pekerjaan ini. Saya hanya manusia yang memiliki keluarga, kebutuhan, dan harapan untuk kehidupan yang lebih baik. Pada akhirnya, saya memilih tidak berhenti pada keluhan. Saya memilih bertanya: apa lagi yang harus saya siapkan?

Jawabannya adalah terus belajar, meningkatkan kompetensi, menghasilkan karya, menjaga integritas, dan memperbaiki kinerja. Saya percaya kesempatan tidak selalu datang ketika kita menginginkannya. Tetapi ketika kesempatan datang, kita harus sudah siap.

Setelah lebih dari 15 tahun mengabdi, saya memiliki cita-cita untuk suatu hari dipercaya memimpin. Jika suatu hari diberi kesempatan dan kepercayaan, saya ingin membawa pengalaman dari garis pelayanan ke ruang pengambilan keputusan. Bukan karena saya merasa paling pantas, tetapi karena saya ingin ikut berkontribusi dalam menghadirkan kebijakan yang lebih dekat dengan kebutuhan pegawai dan masyarakat.

Saya pernah menjadi perawat di puskesmas, perawat di rumah sakit, dan kini Pembimbing Kesehatan Kerja. Saya tahu rasanya berada di garis pelayanan. Karena itu, jika suatu hari diberi amanah memimpin, saya ingin tidak melupakan bagaimana rasanya menjadi pegawai yang bekerja dari bawah dan terus berusaha membuktikan kemampuan.

Saya ingin menjadi pemimpin yang tidak hanya bertanya apakah pekerjaan selesai, tetapi juga apakah pegawai berkembang, pelayanan semakin baik, dan masyarakat memperoleh manfaat. Bagi saya, pemimpin yang baik bukan hanya menghasilkan pegawai yang patuh, tetapi mampu melahirkan orang-orang yang bertumbuh.

Saya mungkin hanya satu dari jutaan ASN Indonesia. Namun saya percaya perubahan besar tidak selalu dimulai dari jabatan yang tinggi. Perubahan dapat dimulai dari seorang ASN yang memilih peduli, belajar, berkarya dan tetap memberikan manfaat meskipun belum banyak yang melihat.

Pengabdian bukan hanya tentang berapa lama kita bekerja, tetapi tentang apa yang kita berikan selama bekerja.

Saya memulai dari pelayanan. Saya belajar dari perjalanan. Saya tumbuh melalui tantangan. Dan saya ingin terus mengabdi, bukan hanya untuk menjadi lebih tinggi, tetapi untuk menjadi lebih bermanfaat.

Sebab, untuk mulai berdampak, kita tidak harus menunggu menjadi hebat.