TNI AU Kerahkan Pesawat Boeing Cari 27 Penumpang Kapal Hilang di Selayar, Sulsel

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap 27 orang penumpang kapal KM Nurul Salsa yang karam di perairan Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Kapal itu dilaporkan mengalami gangguan pada Rabu (15/7) mala dan dinyatakan tenggelam pada Kamis (16/7) dini hari.
Pencarian hari ketiga ini, TNI AU ikut turut membantu bersama Tim SAR mengerahkan KN SAR Kamajaya hingga pesawat Boeing B737-200 diterjunkan.
"Pada hari ketiga operasi, kami menambah kekuatan SAR dengan mengerahkan KN SAR Kamajaya dan pesawat Boeing B737-200 dari Lanud Sultan Hasanuddin," kata Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar lewat keterangannya, Jumat (17/7).
Ia menjelaskan, KN SAR Kamajaya melibatkan Person on Board (POB) sebanyak 32 personel. Tim tersebut melakukan pencarian di Sektor II dengan cakupan area sekitar 90 nautical mile persegi (nm²) di perairan Selayar.
Sementara itu, pesawat Boeing B737-200 milik Lanud Sultan Hasanuddin yang membawa 17 personel melakukan pencarian melalui jalur udara di sekitar lokasi kejadian. Pelibatan pesawat TNI AU tersebut bertujuan memperluas jangkauan pemantauan.
Di sisi lain, KRI Marlin 877 tetap melanjutkan operasi pencarian di Sektor I dengan cakupan area seluas 102 nm² sesuai rencana operasi Search and Rescue Planning (SARMAP).
"Pembagian sektor pencarian dilakukan berdasarkan analisis SARMAP agar seluruh area yang berpotensi menjadi lokasi korban dapat disisir secara maksimal, baik dari laut maupun udara," ucapnya.
Operasi SAR pada hari ketiga difokuskan pada penyisiran permukaan laut dan pemantauan udara di sekitar lokasi tenggelamnya KM Nurul Salsa serta area yang diperkirakan menjadi arah pergerakan korban berdasarkan kondisi arus, angin, dan cuaca di perairan Selayar.
"Kami berharap sinergi seluruh unsur yang terlibat dapat mempercepat proses pencarian. Kami juga memohon doa dari masyarakat agar seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan," tutup Arif.
Sebelumnya, Tim SAR menyebut kapal tenggelam berawal dari gangguan mesin hingga terdampak gelombang laut.
