TNI-Polri Amankan Bentrok Antardesa di Flores NTT yang Tewaskan 3 Orang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Imbas konflik sosial di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (18/7/2026). Foto: Dok Kemensos
zoom-in-whitePerbesar
Imbas konflik sosial di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (18/7/2026). Foto: Dok Kemensos

Personel gabungan TNI-Polri masih bersiaga di sejumlah titik di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pascabentrokan antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak yang menewaskan tiga orang.

Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra mengatakan, personel gabungan yang dikerahkan terdiri atas 82 personel Polres Flores Timur, 34 personel BKO Brimob Maumere, 69 personel BKO Polda NTT, serta personel dari Kodim 1624/Flores Timur. Mereka akan tetap bersiaga hingga situasi benar-benar aman dan kondusif.

"Kami memastikan personel gabungan TNI-Polri tetap melaksanakan penjagaan di wilayah Adonara Timur untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat," ujar Adhitya, Senin (20/7).

Imbas konflik sosial di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (18/7/2026). Foto: Dok Kemensos

Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang, menjaga situasi kamtibmas di lingkungan masing-masing, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

"Mari bersama menjaga persaudaraan, menyelesaikan setiap persoalan dengan kepala dingin, dan mempercayakan penanganannya kepada kepolisian sehingga situasi di Adonara Timur tetap aman, damai, dan kondusif," katanya.

Tiga Orang Tewas

Sebelumnya, bentrokan antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT, mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Selain itu, sedikitnya 20 unit rumah dilaporkan terbakar.

Kasi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A. Kalelado mengatakan, selain tiga korban meninggal dunia, bentrokan tersebut juga menyebabkan lima orang mengalami luka ringan.

"Tiga orang meninggal dunia, lima orang luka ringan, dan 20 unit rumah terbakar," ujar Eliezer, Minggu (19/7/2026).

Konflik ini dipicu sengketa lahan di kedua desa.