Trump Nilai Serangan di Bandara Riyadh Tak Bisa Diterima, Bakal Bicara ke MBS

Presiden AS Donald Trump menilai serangan yang disebut dilancarkan Houthi ke Bandara Riyadh Arab Saudi pada Sabtu (10/10) tak dapat diterima.
Trump menyebut akan berbicara dengan pemimpin de facto Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS).
“Apa yang terjadi di Arab Saudi tidak dapat diterima,” ujar Trump kepada wartawan, Sabtu (10/10) dikutip dari AFP.
Adapun sebanyak 12 orang tewas dalam serangan ini, 309 lainnya luka. Informasi soal korban tersebut disampaikan oleh pejabat penerbangan sipil Saudi.
Empat warga negara Arab Saudi termasuk di antara korban tewas, begitu pula dua warga Bangladesh, satu warga AS, satu warga Mesir, satu warga Yordania, satu warga Suriah, satu warga Palestina, dan satu warga Sudan.
Pihak berwenang menghentikan operasional bandara imbas serangan ini. Sumber diplomatik, sebagaimana dilansir AFP, menyebut serangan merupakan rudal yang ditembakkan oleh kelompok Houthi Yaman.
Adapun kelompok Houthi telah melancarkan serangkaian serangan berskala besar yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Saudi, dengan target bandara, fasilitas minyak, dan kapal tanker.
