Trump Tunda Serangan AS-Israel ke Iran, Minta Hormuz Dibuka Total

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump berbicara di sebuah rapat umum Hari Kemerdekaan, menandai peringatan 250 tahun kemerdekaan AS, di National Mall di Washington, D.C., AS, Sabtu (4/7/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump berbicara di sebuah rapat umum Hari Kemerdekaan, menandai peringatan 250 tahun kemerdekaan AS, di National Mall di Washington, D.C., AS, Sabtu (4/7/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan AS dan Israel sepakat menunda rencana serangan baru terhadap Iran, asalkan Teheran segera menyepakati kesepakatan untuk mengakhiri konflik.

Trump mengatakan keputusan itu diambil setelah Iran dan sejumlah negara di Timur Tengah meminta Washington menahan diri dari melancarkan serangan lanjutan.

"Berdasarkan permintaan tersebut, saya setuju membatalkan serangan demi masa depan dunia dan kelangsungan Iran yang sukses serta makmur, dengan syarat kesepakatan bisa segera dicapai," tulis Trump di platform Truth Social, Sabtu (1/8), dikutip AFP.

Trump menegaskan kesepakatan itu harus mencakup pembukaan penuh dan segera Selat Hormuz serta diakhirinya ancaman program nuklir Iran.

"Israel bergabung dengan saya dalam komitmen ini. Mari bekerja dan selesaikan kesepakatan itu," ujar Trump.

Para pengendara mobil melintas di depan papan reklame besar yang menjanjikan pembalasan terhadap Presiden AS Donald Trump di sepanjang Jalan Jomhouri di pusat Teheran, Iran, Senin (27/7/2026). Foto: AFP

Sebelumnya, kekhawatiran akan meluasnya perang meningkat setelah Trump mengancam akan menyerang Iran "dengan sangat keras" dan dilaporkan mempertimbangkan serangan terhadap infrastruktur energi negara tersebut.

AFP melaporkan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman disebut telah menelepon Trump pada Minggu (2/8) untuk menyampaikan kekhawatiran atas rencana serangan itu dan meminta agar situasi tidak semakin memanas.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelumnya mengatakan Iran kini tampak lebih terbuka untuk berunding mengenai denuklirisasi dan pembukaan kembali Selat Hormuz, meski Washington menilai Teheran masih memiliki kemampuan untuk menimbulkan ancaman.