UI Cek Pernyataan Viral 'Homoseksualitas Bukan Penyimpangan'

BEM Psikologi UI menyatakan masih banyak masyarakat yang menganggap homoseksualitas sebagai bentuk penyimpangan. Namun, menurut BEM Psikologi UI, pandangan tersebut tidak sejalan dengan perspektif psikologi modern.
Dalam pernyataannya, BEM Psikologi UI mengutip sikap resmi American Psychological Association (APA) sejak 2008. APA menyebut tidak ada bukti ilmiah yang mendukung anggapan homoseksualitas merupakan gangguan mental maupun bentuk penyimpangan.
Pernyataan itu merujuk pada konsensus ilmiah yang telah lama dianut berbagai organisasi profesi psikologi di dunia.
Unggahan tersebut viral dan menuai beragam respons. Setelah viral, pihak BEM Psikologi UI menghapus unggahan itu pada Selasa (1/7).
Terkait hal ini, Kepala Subdirektorat Media dan Digitalisasi di bawah Direktorat Humas dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Universitas Indonesia, Reska Herlambang, mengatakan saat ini UI sedang melakukan konsolidasi internal terhadap BEM Psikologi UI, Kamis (2/7).
"Kami sedang konsolidasi internal perihal hal ini ya," ujar Reska.
Tanggapan Fakultas Psikologi UI
Agus, staf Kemahasiswaan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, mengaku baru mengetahui pernyataan mahasiswa psikologi yang menyebut "Homoseksual itu normal".
Pihak unit kemahasiswaan menyebut akan mengkaji lebih lanjut dan mencari tahu sumber pernyataan tersebut.
"Jujur saya baru tahu info ini. Yang sekarang datang itu hanya mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi," ujar Agus saat ditemui di kampus UI, Kamis (2/7).
Ia menyayangkan pernyataan tersebut. Namun, ia juga belum memastikan apakah pernyataan itu berasal dari mahasiswa atau upaya pihak lain.
"Umumnya kan nggak boleh, menyayangkan sekali. Tapi nggak tahu apakah ini cara orang luar menjatuhkan atau apa, saya kurang tahu," katanya.
Agus menyebut saat ini mahasiswa Fakultas Psikologi UI sedang libur karena telah selesai ujian akhir semester.
"Mahasiswa libur karena selesai ujian akhir semester," ujarnya.
Terkait langkah selanjutnya, Agus mengatakan pihaknya akan menelusuri asal-usul pernyataan itu.
"Ya kita akan cari tahu juga dari mana itu sumbernya, paling nanti penyelesaiannya ada langkah-langkah tertentu," tutupnya.
