UI Evaluasi Internal SUMA UI Usai Unggah Konten yang Diduga Dukung LGBT

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lambang Universitas Indonesia yang dikenal sebagai Makara terlihat di pintu masuk kampus di Depok, Kamis (16/4/2026). Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Lambang Universitas Indonesia yang dikenal sebagai Makara terlihat di pintu masuk kampus di Depok, Kamis (16/4/2026). Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP

Universitas Indonesia (UI) angkat bicara soal akun organisasi mahasiswanya, Suara Mahasiswa (SUMA) UI, yang mengunggah konten yang diduga mendukung LGBT. UI menyatakan unggahan itu tak mencerminkan sikap resmi kampus.

“Terkait dinamika yang berkembang atas unggahan akun media sosial Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Suara Mahasiswa (SUMA) UI mengenai isu Pride Month serta orientasi seksual dan identitas gender, Universitas Indonesia menegaskan bahwa isi unggahan tersebut murni merupakan pandangan redaksional dari organisasi kemahasiswaan yang bersangkutan,” kata Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro, dalam keterangannya, dikutip Senin (15/6).

Ia menyatakan, UI tetap menghormati kebebasan berpendapat sebagai bagian dari kehidupan akademik yang demokratis. Menurutnya, kebebasan itu memberi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan secara kritis dan bertanggung jawab.

“Sebagai institusi pendidikan tinggi, UI berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, peraturan perundang-undangan, dan norma yang berlaku di Indonesia. UI menjunjung tinggi integritas, penghormatan terhadap martabat manusia, serta senantiasa mengupayakan terciptanya lingkungan akademik yang aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.

UI memandang kampus sebagai ruang dialog dan pengembangan ilmu pengetahuan yang terbuka terhadap berbagai pandangan. Namun, Erwin menekankan setiap pendapat perlu disampaikan secara santun, tidak provokatif, dan sesuai etika akademik.

“Kebebasan berekspresi harus selalu diiringi dengan tanggung jawab sosial agar perbedaan pandangan tidak memicu polarisasi atau perpecahan di tengah masyarakat,” kata dia.

Gedung Rektorat UI di Kampus UI Depok Foto: Dok UI.ac.id

Menindaklanjuti dinamika dan keresahan yang timbul di masyarakat, Erwin menyebut pimpinan UI tengah melakukan penelaahan dan langkah evaluasi lebih lanjut secara internal.

“Proses ini dilakukan bersama otoritas kampus terkait untuk memastikan bahwa setiap aktivitas kemahasiswaan senantiasa sejalan dengan Kode Etik dan Peraturan Tata Tertib Mahasiswa UI, serta berpedoman pada koridor kebebasan akademik yang bertanggung jawab,” jelasnya.

UI mengajak seluruh sivitas akademika dan masyarakat luas agar saling menghormati dan menjaga persatuan.

“UI percaya bahwa iklim kampus yang sehat dibangun melalui penyampaian aspirasi yang konstruktif dan penghormatan terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tutup Erwin.

Sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial adanya unggahan dari SUMA UI yang diduga bernada mendukung LGBT. Unggahan itu diberi judul 'Pride Month'. Berikut unggahannya:

X post embed