Untuk Pertama Kali, Kompetisi Green Bean di JCW 2026 Perebutkan Piala Raja HB X

Kompetisi Green Bean dalam Jogja Coffee Week (JCW) 2026 untuk pertama kalinya memperebutkan Piala Raja Sri Sultan Hamengku Buwono X. Piala tersebut akan diberikan kepada pemenang dari tiga kategori yang dipertandingkan, yakni Arabika, Robusta, dan Liberika.
Green Bean Competition menjadi bagian dari Jawara Coffee Competition dalam JCW edisi keenam yang digelar di Jogja Expo Center (JEC), 4–6 September 2026. Selain Green Bean Competition, Jawara Coffee Competition juga mencakup Brewers, Cup Taster, Latte Art, dan Mixology Competition.
Ketua Organizing Committee JCW edisi keenam, Rahadi Saptata Abra, mengatakan kompetisi green bean tahun ini digelar bersamaan dengan eksposisi kopi. Dengan format tersebut, sampel kopi yang mengikuti kompetisi juga dapat diperkenalkan kepada pengunjung dan pelaku industri selama JCW berlangsung.
“Tidak hanya kita yang membuat, tetapi kita satu-satunya event pameran yang berbarengan dengan kompetisi yang ada green bean-nya,” kata Abra saat ditemui Pandangan Jogja di JEC, Jumat (28/8).
Menurut Abra, kompetisi green bean telah digelar di berbagai tempat. Namun, JCW menggabungkan kompetisi tersebut dengan eksposisi sehingga sampel yang dilombakan dapat dicicipi dan diperkenalkan kepada pengunjung.
“Kalau yang lain itu hanya lomba green bean, tapi enggak ada eksposisinya. Jadi green bean kita bawa ke sini bisa dicoba,” ujarnya.
Abra mengatakan format tersebut juga dilanjutkan dengan mekanisme lelang. Green bean yang memperoleh skor minimal 8,5 akan dilelang pada hari terakhir JCW dengan dukungan aplikasi yang memungkinkan proses berlangsung secara hybrid.
“Di akhir nanti, di hari terakhir, untuk green bean-green bean yang skornya memenuhi standar 8,5 ke atas itu akan kita lelang,” ujar Abra.
Peserta yang hadir langsung dapat mencicipi kopi, sedangkan peserta daring dapat mengikuti lelang berdasarkan data hasil penjurian dan skor yang disediakan panitia.
Abra mencontohkan mekanisme tersebut juga diterapkan pada penyelenggaraan sebelumnya. Kopi Arabika yang menjadi juara tahun lalu, menurutnya, terjual dengan harga lebih tinggi melalui lelang.
“Yang terlelang itu biasanya harganya bisa terkoreksi. Seperti tahun lalu, juaranya kita tahun lalu yang di Arabica, yang harganya biasanya X, kemarin bisa tiga kali lipat,” katanya.
Setelah penjelasan mengenai format kompetisi dan mekanisme lelang, Koordinator Green Bean Competition JCW, David, mengatakan tahap roasting sampel telah selesai. Proses penilaian dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus hingga 2 September 2026 di Loman Park Hotel Yogyakarta.
Tahun ini, maksimal 150 sampel green bean dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kompetisi tersebut. Sampel yang masuk berasal dari sejumlah wilayah, mulai Aceh Barat hingga Papua Pegunungan.
“Di tahun ini green bean yang datang mengikuti kompetisi ini dari Aceh Barat sampai Papua Pegunungan. Dan hampir dari seluruh Indonesia,” kata David.
Cakupan peserta tahun ini juga bertambah dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. David menyebut Papua yang sebelumnya belum mengikuti kompetisi kini turut mengirimkan sampel, dengan hampir empat jenis biji kopi.
Sebelum hasil kompetisi dibawa ke JEC, masyarakat juga dapat mengenal sampel-sampel tersebut melalui public cupping yang digelar di taman Loman Park Hotel. Kegiatan tersebut terbuka untuk umum secara gratis dan menyajikan hampir 150 sampel.
Secara keseluruhan, JCW edisi keenam menghadirkan 195 booth dari berbagai sektor industri kopi serta 13 exhibitor dari Jepang. Selain pameran dan kompetisi, rangkaian acara mencakup Indonesia Coffee Business Summit, Coffeeverse Talkshow, Fun Roasting Coffee Competition, dan berbagai agenda pendukung.
Mengusung tema “Inclusive Vibes”, JCW edisi keenam berlangsung di Hall B–C JEC pada 4–6 September 2026, pukul 10.00–21.00 WIB. Tiket masuk dibanderol Rp30.000.
