Update Terbaru Sate Maut di Boyolali

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi eksumasi makam warga Boyolali yang tewas usai makan sate misterius. Foto: Dok. Polda Jateng
zoom-in-whitePerbesar
Polisi eksumasi makam warga Boyolali yang tewas usai makan sate misterius. Foto: Dok. Polda Jateng

Polisi telah mengungkap pengirim 'sate misterius' yang dimakan dan menyebabkan tewasnya Aminah (56) di rumahnya di Dukuh/Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah. Pengirim adalah menantunya pria berinisial P.

Dalam kasus ini, P masih berstatus saksi. Belum ada tersangka yang ditetapkan Polres Boyolali.

Kronologi Kasus

Kuasa Hukum Keluarga korban, Wiwik Dwi Habsari, mengungkap kronologi kasus ini berawal hingga mereka menemukan sejumlah keanehan. Ia mengatakan, anaknya telah melarang ibunya agar tak memakan sate itu.

"Anaknya sampaikan makanan itu jangan dimakan, pengirimnya tidak jelas. Akhirnya ya sudah dibuang. Sempat berucap, Makanan enak kok ndak dimakan," kata Wiwik saat dihubungi, Kamis (5/6).

Berikut kronologi kasus tersebut:

19 Mei 2026

Hari itu anak korban menerima telepon dari ibunya setelah menerima paket berupa sate yang diantar ojek online. Menurut sang anak, pengirim sate itu tak jelas orangnya. Ia sempat melarang ibunya untuk memakan sate itu.

"Anaknya sampaikan makanan itu jangan dimakan, pengirimnya tidak jelas. Akhirnya ya sudah dibuang. Sempat berucap, 'Makanan enak kok ndak dimakan.' Jadi anaknya bilang itu, besok saya belikan saja,” ujar Wiwik.

20 Mei 2026

Pukul 07.00 WIB

Ilustrasi pembunuhan. Foto: thanun vongsuravanich/Shutterstock

Anak korban datang ke rumahnya untuk menitipkan dua cucu seperti hari biasa sebelum berangkat kerja. Saat pintu diketuk, tak ada respons dari sang ibu. Bersama tetangga mereka mendobrak rumah.

"Almarhum sudah tidak ada, terbujur kaku, mengeluarkan sedikit muntahan dan busa di mulut. Itu keterangan anak dan tetangga yang mengangkat jenazah setelah mendobrak pintu rumah,” lanjut pengacara.

Aminah kemudian dilarikan ke rumah sakti. Pihak rumah sakit mengungkap sang ibu telah meninggal.

25 Mei 2026

Keluarga kemudian menemukan sejumlah keanehan pada meninggalnya Aminah. Mereka kemudian melaporkan kasus itu ke Polres Boyolali dan meminta makam digali.

30 Mei 2026

Polda Jawa Tengah melakukan ekshumasi dan autopsi. Total ada 8 saksi yang diperiksa dalam kasus ini.

Pengacara soal 'Sate Maut' di Boyolali: Dikirim Lewat Aplikasi Pengantar Barang

Ilustrasi sate sapi. Foto: Shutterstock

Wiwik sebelumnya menyebut sate itu diantar ojek online. Ia kemudian menegaskan sate tersebut dikirim melalui aplikasi layanan pengantaran barang, bukan dibeli secara online dari penjual makanan.

“Makanan dikirim lewat GoSend. Kalau saya (mewakili keluarga), tidak berani bilang itu terduga pelaku. Polisi kan sudah memeriksa saksi-saksi. Jadi sementara ini dari pihak keluarga menanti hasil ekshumasi Biddokes Polda Jateng,” kata Wiwik.

Wiwik belum dapat berkomentar banyak. Pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

“Ini perkara sensitif, tidak bisa bicara ke mana-mana, intinya seperti itu. Kalau masalah kemarin klien kami dimintai keterangan, belum bisa sampaikan hasilnya,” katanya.

Polisi soal Status Menantu di Kasus 'Sate Maut': Saksi, Tunggu Uji Toksikologi

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto. Foto: I.C. Senjaya/ANTARA

Polda Jawa Tengah masih menunggu hasil uji toksikologi terkait meninggalnya Aminah (56), warga Dukuh/Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Pengirim 'sate maut' tersebut diketahui merupakan menantu prianya yang berinisial P.

"Penyidik masih menunggu hasil autopsi dan hasil uji toksikologi. Kira-kira menunggu dua minggu," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, di Polda Jawa Tengah.

Artanto menyebut P juga telah mengakui mengirim sate tersebut.

"Yang bersangkutan, yakni menantunya, sudah mengakui yang mengirim sate. Statusnya masih saksi," ujar Artanto.

Artanto enggan berkomentar banyak mengenai kasus itu. Ia kembali meminta publik menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

"Apakah ada kaitan antara sate tersebut dengan kematian korban masih dalam pendalaman. Kita menunggu hasil autopsi dan uji toksikologi," tandasnya.