Usai Tragedi Perbatasan, Spanyol Pasang Barikade Terapung di Ceuta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para migran menyeberangi air di dekat perbatasan dengan Maroko saat mereka mencoba memasuki wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, Spanyol, Jumat (31/7/2026). Foto: Jorge Guerrero/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Para migran menyeberangi air di dekat perbatasan dengan Maroko saat mereka mencoba memasuki wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, Spanyol, Jumat (31/7/2026). Foto: Jorge Guerrero/AFP

Kepolisian Spanyol kini mulai memasang barikade terapung sepanjang 500 meter di lepas pantai perbatasan Maroko untuk mencegah insiden gelombang migran terulang.

Melansir Reuters, Otoritas Spanyol mencatat sekitar 50 ribu orang nekat menerobos masuk ke Ceuta melalui jalur darat dan laut sejak Kamis lalu. Kejadian ini menjadi salah satu penyeberangan massal terbesar di satu-satunya perbatasan darat Uni Eropa dengan Afrika tersebut.

Meski demikian, pemerintah Spanyol menyatakan lebih dari 48 ribu orang di antaranya telah berhasil dikembalikan ke Maroko dalam kurun waktu 48 jam tanpa adanya insiden besar susulan.

Tentara dan polisi Spanyol berjaga ketat dan memantau area Pantai Tarajal yang sempat diselimuti kabut tebal. Pemasangan barikade pneumatik di pemecah gelombang Tarajal sejak Sabtu pagi pukul 07.50 waktu setempat. Celah di antara barikade tersebut nantinya disiapkan untuk jalur patroli kapal Guardia Civil.

"Barikade pneumatik ini dilengkapi dengan deretan pelampung kapal yang dirancang menyulul 30 hingga 70 sentimeter di atas air dan menjangkau hingga satu meter di bawah permukaan," tulis pernyataan resmi pemerintah Spanyol.