Usulan Tanda Kehormatan Lebih dari 100 Nama-Gelar Pahlawan Masih Diproses

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan terdapat lebih dari 100 orang yang masuk dalam usulan penerima tanda jasa dan tanda kehormatan.
Usulan tersebut berasal dari berbagai kementerian/lembaga maupun masyarakat dan kini masih dalam tahap pertimbangan.
Hal itu disampaikan Fadli menyusul pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di kediaman pribadi Prabowo di kawasan Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (1/9).
“Kemarin itu saya sebagai Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, Tanda Kehormatan, sebagai Ketua Dewan GTK, melaporkan masukan-masukan terkait dari kementerian, lembaga, dan juga dari masyarakat, termasuk dari masyarakat seni budaya,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9).
Ia menjelaskan usulan yang dilaporkannya kepada Prabowo tersebut bukan terkait gelar pahlawan nasional. Usulan tersebut merupakan tanda jasa dan tanda kehormatan yang diberikan kepada tokoh-tokoh dari berbagai bidang yang dinilai memiliki jasa.
“Mereka-mereka yang mempunyai, yang direkomendasikan untuk mendapatkan penghargaan. Ini bukan pahlawan nasional,” ujarnya.
Fadli menyebut penerima tanda jasa dan tanda kehormatan dapat berasal dari berbagai latar belakang.
“Tapi ini untuk tanda jasa, tanda kehormatan dari berbagai bidang. Baik itu tokoh-tokoh masyarakat, tokoh seniman budayawan, mungkin ada tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang, misalnya medical atau yang lain-lain, yang satgas atau yang lainnya yang mempunyai jasa,” tutur Fadli.
“Masukan-masukan ini saya harus sampaikan kepada Presiden dan nantinya akan ditimbang kembali,” lanjutnya.
Terkait jumlah nama yang telah masuk dalam usulan tanda jasa dan tanda kehormatan, Fadli mengatakan jumlahnya cukup banyak, yakni lebih dari 100 orang.
“Cukup banyak ya, cukup banyak. Lebih dari seratusan,” kata Fadli.
Gelar Pahlawan Nasional Masih Berproses
Di sisi lain, Fadli menegaskan proses pengusulan gelar pahlawan nasional masih berlangsung.
“Gelar pahlawan nasional sekarang ini dalam proses,” ujarnya.
Fadli menjelaskan pengusulan gelar pahlawan nasional dilakukan secara berjenjang. Proses tersebut melibatkan tim peneliti di tingkat daerah hingga pusat.
“Sebagaimana diketahui, untuk pahlawan nasional itu berangkat dari bawah, bottom up ya. Ada tim peneliti, TP2GD namanya, peneliti daerah. Kemudian ada TP2GP pusat ya, tim peneliti di pusat yang itu di bawah Kementerian Sosial,” jelasnya.
“Setelah selesai di penelitian kabupaten/kota dan juga di provinsi melalui TP2GP ini dan juga Kementerian Sosial, baru kemudian akan diserahkan kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa, Tanda Kehormatan untuk kita kaji lagi dan nanti diserahkan kepada Presiden,” katanya.
Fadli mengatakan pengumuman penerima gelar pahlawan nasional biasanya dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.
“Nanti pengumumannya biasanya pada saat Hari Pahlawan,” ujarnya.
Namun, ketika ditanya mengenai jumlah nama yang saat ini telah masuk dalam pertimbangan Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, Fadli mengatakan pihaknya belum menerima daftar tersebut karena prosesnya masih berlangsung.
“Kami belum terima. Belum terima. Jadi sekarang ini masih banyak proses juga, masih di dalam proses,” katanya.
Fadli juga belum dapat memastikan nama-nama tokoh yang akan mendapatkan gelar Pahlawan Nasional, termasuk ekonom Sumitro Djojohadikusumo yang merupakan ayah Presiden Prabowo Subianto.
“Saya belum tahu,” katanya.
Begitu pula dengan nama Raden Mas Margono Djojohadikusumo, kakek Presiden Prabowo. Fadli mengatakan kemungkinan nama tersebut diusulkan, tetapi sejauh ini tidak terdapat dalam daftar yang diterimanya.
“Mungkin saja ada, tapi setahu saya sih tidak. Belum ada di dalam daftar kita,” ujarnya.
Sementara itu, terkait usulan arsitek Masjid Istiqlal untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional, Fadli memastikan nama tersebut belum masuk dalam proses pengusulan gelar pahlawan nasional untuk 2026.
“Belum. Yang untuk 2026 ini belum ada yang masuk. Jadi kita masih ada yang usulan tahun 2025 yang belum. Ya, yang saya tahu sih ada beberapa nama yang diusulkan yang kami terima langsung, tapi kan itu belum melalui proses. Ya, prosesnya tetap melalui jenjang tadi yang saya sebutkan,” kata Fadli.
Fadli Zon Menghadap Prabowo di Hambalang
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, di kediaman pribadinya di kawasan Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (1/9). Pertemuan itu membahas usulan pemberian gelar hingga tanda kehormatan.
“Dalam pertemuan tersebut, Menteri Kebudayaan selaku Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan menghadap Presiden Prabowo untuk melaporkan sejumlah usulan yang disampaikan oleh kementerian/lembaga maupun masyarakat,” demikian keterangan unggahan Instagram @sekretariat.kabinet.
Gelar hingga tanda kehormatan tersebut rencananya akan diberikan kepada sejumlah tokoh dan insan masyarakat yang dinilai telah memberikan jasa serta kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Serta memiliki rekam jejak pengabdian yang patut dihargai dan menjadi teladan bagi masyarakat,” lanjut unggahan itu.
Laporan dari Fadli Zon itu akan menjadi bahan pertimbangan Prabowo dalam menentukan pemberian gelar hingga tanda kehormatan tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
