Waka DPR Sorot Pidato KEM-PPKF Prabowo: Kesungguhan Pemerintah Bangun Ekonomi RI
·waktu baca 2 menit

Wakil Ketua DPR Saan Mustopa menilai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) mencerminkan kesungguhan pemerintah dalam membangun perekonomian nasional pada tahun 2027.
Menurut Saan, pidato yang disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR itu menunjukkan optimisme pemerintah terhadap kondisi ekonomi Indonesia ke depan.
“Apa yang disampaikan oleh Presiden ya terkait dengan soal kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal. Itu yang pertama tentu menggambarkan semangat heroikme, patriotisme dengan mengacu kepada Pasal 33 (UUD),” kata Saan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).
Ia mengatakan, pidato Prabowo tidak hanya menonjolkan semangat kebangsaan, tetapi juga menggambarkan keyakinan pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dalam satu tahun mendatang.
“Juga menggambarkan tentang optimisme ya, ekonomi kita setahun ke depan. Nah karena itu, maka apa penyampaian KEM dan pokok-pokok kebijakan fiskal ini dilakukan oleh Presiden ini sebagai sebuah kesungguhan pemerintah, dalam hal ini Presiden tentang untuk membangun perekonomian kita tahun depan ya, yang menurut saya jauh lebih baik lagi,” ujarnya.
Saan menilai indikator-indikator ekonomi yang dipaparkan Prabowo menunjukkan arah perbaikan ekonomi Indonesia menuju 2027. Ia optimistis berbagai sektor akan mengalami peningkatan signifikan.
“Dari kerangka ekonomi makro yang tadi disampaikan itu menggambarkan terkait dengan optimisme tahun yang akan datang, ekonomi kita di 2027 yang akan datang, saya yakin akan mengalami perbaikan dan peningkatan yang signifikan dari semua indikator tadi yang disampaikan oleh Presiden,” tutur dia.
Selain itu, Saan juga menanggapi optimisme Prabowo terkait nilai tukar rupiah yang diperkirakan dapat menguat. Menurut dia, proyeksi tersebut merupakan bagian dari keyakinan pemerintah terhadap stabilitas ekonomi nasional.
“Itu kan menggambarkan dari yang disampaikan oleh Presiden dengan indikator-indikator yang tadi disampaikan itu juga menandakan optimisme bahwa rupiah kita akan menguat. Saya yakin ya bahwa hari ini ada fluktuasi yang terkait dengan rupiah maupun saham, itu menurut saya hal yang biasa saja, hal yang wajar,” kata Saan.
Ia meyakini pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar tekanan terhadap rupiah maupun pasar modal tidak berlanjut.
“Tapi saya yakin pemerintah sudah mengantisipasi, sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mencegah penurunan baik rupiah terhadap dolar, maupun juga indeks saham gabungan juga itu sudah disiapkan langkah-langkahnya yang ke depan insyaallah akan bisa tertahan dan mulai pulih kembali,” ucapnya.
