Wamendagri Tegur Keras Pengadaan Kursi Pijat Rp 125 Juta untuk Gubernur Kaltim
·waktu baca 2 menit

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memberikan teguran keras sekaligus memantau khusus Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) buntut polemik pengadaan kursi pijat senilai Rp 125 juta untuk rumah dinas Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud.
"Kaltim ini sedang kita dampingi secara khusus karena banyak aduan dan juga kami mencermati opini yang ada di publik begitu ya. Dan kita terus mengingatkan agar betul-betul berhati-hati dengan APBD agar dialokasikan sesuai dengan semangat efisiensi," ungkap Bima Arya usai memimpin Upacara Puncak Hari Otonomi Daerah (Otda) XXX di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (27/4).
Menanggapi alasan pengadaan fasilitas mewah tersebut, ia pun menyinggung keras soal etika seorang kepala daerah. Menurut Bima, seorang pemimpin sejati seharusnya lebih mengutamakan hasil kerja nyata untuk rakyat dibandingkan sekadar mencari kenyamanan pribadi.
"Dan pemimpin itu kan harus yang paling terakhir senang, yang paling terakhir enak itu pemimpin. Pemimpin itu bukan berorientasi pada fasilitas, pemimpin itu pada karya dan kinerja," tegasnya.
Oleh karena itu, pihak Kemendagri mendesak Gubernur Kaltim untuk segera mengkaji ulang anggaran bernilai fantastis tersebut. Jika fasilitas itu terbukti tidak termasuk dalam skala prioritas dan tidak membawa manfaat langsung bagi warga, Bima meminta agar pengadaannya dibatalkan.
"Kami meminta Pak Gubernur untuk betul-betul mempertimbangkan kembali, mengkaji kembali ya. Semua kan bisa disesuaikan. Ya kalau tidak prioritas ya batalkan saja, ya. Kalau tidak dirasakan oleh warga ya tidak usah dilanjutkan lagi," urainya.
Sebelumnya, pengadaan kursi pijat senilai Rp 125 juta di rumah dinas Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, yang dianggarkan dalam APBD memicu kritik keras dari publik dan mahasiswa pada April 2026.
Merespons polemik tersebut, Rudy sempat memberikan klarifikasi bahwa fasilitas itu merupakan hal yang wajar dan sangat dibutuhkan untuk menjaga kondisi fisiknya agar tetap prima, terutama sebagai sarana relaksasi setelah kelelahan menyetir mobil sendiri.
