Wamenkes: Influenza A Tak Berbahaya, Belum Tercatat Ada Kasus Kematian

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wamenkes Dante Saksono Harbuwono saat menghadiri Kick-off Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026 di SDN Menteng 01, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Foto: Kemenkes RI
zoom-in-whitePerbesar
Wamenkes Dante Saksono Harbuwono saat menghadiri Kick-off Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026 di SDN Menteng 01, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Foto: Kemenkes RI

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyebut influenza A tidak berbahaya. Dia mengatakan hingga saat ini belum ada kematian yang tercatat akibat influenza A.

Dante mengatakan tren kasus influenza A saat ini masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Dia menyebut tidak ada peningkatan kasus yang signifikan, baik secara global maupun nasional.

"Karena sebenarnya tren kasus influenza naik turunnya itu masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Jadi enggak ada peningkatan kasus yang signifikan baik di global maupun di tingkat nasional. Tapi digoreng," kata Dante dalam Konferensi Pers Update PHTC/Program Prioritas serta Capaian dan Transformasi Layanan Kesehatan Nasional di Gedung Kantor Bakom, Jakarta Pusat, Rabu (30/9).

Dia menjelaskan influenza A memang memiliki strain baru. Namun, menurut Dante, strain tersebut tidak berbahaya dan belum ada kematian yang dicatat akibat influenza A.

"Yang namanya influenza A itu jenis strain-nya memang strain baru, tetapi tidak berbahaya. Belum ada kematian yang dicatat akibat influenza A tersebut," ujarnya.

Dante juga menjelaskan influenza A merupakan self-limiting disease, yakni penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan.

"Ini adalah self-limiting disease, penyakit yang sembuh dengan sendirinya tanpa diobati. Jadi tidak berbahaya influenza A tersebut," kata Dante.

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono saat jumpa pers usai Kunjungan Lapangan Tematik dan Media Briefing bertajuk "Mengejar Anak Zero Dose di Kota Bandung Tahun 2026" di Posyandu Tela 9, Cigereleng, Bandung, Selasa (12/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Menurut Dante, pola penyebaran influenza A juga masih mengikuti pola rutin tahunan. Kasus influenza biasanya meningkat menjelang musim hujan dan kemudian kembali menurun pada Februari hingga Maret.

"Dan polanya masih mengikuti pola rutin tahunan: naik di menjelang musim hujan, nanti akan turun lagi di bulan-bulan Februari dan Maret, dan seterusnya seperti itu," ujarnya.

Dante meminta masyarakat tidak membesar-besarkan informasi mengenai influenza A hingga menimbulkan kekhawatiran. Dia menegaskan influenza A memiliki karakter seperti influenza biasa.

"Jangan ini digoreng dan dijadikan berita yang viral sehingga seolah-olah menakutkan, padahal enggak sama sekali," tutup Dante.