Wamenkomdigi Sebut Konektivitas Digital Sudah 90%, Dorong Penguatan Kualitas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Bhakti Postel Ke-81 di Kantor Pusat PT POS Indonesia, Kota Bandung, Minggu (27/9/2026). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Bhakti Postel Ke-81 di Kantor Pusat PT POS Indonesia, Kota Bandung, Minggu (27/9/2026). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) RI Angga Raka Prabowo menyebut cakupan konektivitas digital di Indonesia saat ini telah mencapai lebih dari 90 persen.

Meski demikian, pemerintah tidak hanya mengejar perluasan konektivitas, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas layanan digital agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

“Capaiannya sekarang sudah hampir lebih dari 90 persen konektivitas itu sendiri, sudah ter-cover. Tapi kan kita tidak hanya bicara tentang konektivitas itu sendiri, kita bicara bagaimana kualitasnya lebih baik,” kata Angga saat memberikan keterangan usai Upacara Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Kota Bandung, Minggu (27/9).

Menurutnya, peningkatan kualitas konektivitas membutuhkan sinergi antara pemerintah dan industri telekomunikasi, terlebih perkembangan teknologi komunikasi dan digital berlangsung sangat cepat.

Ia mengatakan pemerintah saat ini mendorong transformasi digital melalui tiga prinsip, yakni Terkoneksi, Tumbuh, dan Terjaga.

Prinsip terkoneksi berarti memastikan masyarakat di seluruh Indonesia mendapatkan layanan konektivitas. Namun, konektivitas yang dibangun tidak hanya sebatas ketersediaan sinyal, tetapi juga harus memiliki kualitas layanan yang baik.

Sementara itu, prinsip tumbuh berkaitan dengan bagaimana konektivitas dan teknologi digital dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta inovasi. Adapun prinsip terjaga mencakup pemanfaatan teknologi secara aman, termasuk perlindungan anak dan masyarakat serta pengelolaan data dan kepentingan strategis.

Frekuensi 700 MHz untuk Perluas Jangkauan

Angga menyebut pemerintah bersama industri juga terus memperkuat infrastruktur telekomunikasi untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan.

Salah satunya melalui pemanfaatan frekuensi 700 MHz dan 2.600 MHz yang baru-baru ini dirilis.

Menurut Angga, frekuensi 700 MHz memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan layanan, termasuk membantu menutup wilayah yang masih mengalami blank spot.

“700 untuk teknologi 4G untuk menutup semua daerah-daerah blank spot kita,” ujarnya.

Sementara itu, frekuensi 2.600 MHz diarahkan untuk mendorong peningkatan kualitas dan perkembangan layanan 5G di Indonesia.

“2600 untuk apa? Untuk lompatan kita, untuk kualitas 5G,” katanya.

Wamenkomdigi Targetkan 5G Makin Pesat dalam Tiga Tahun

Angga mengatakan sebelum adanya pemanfaatan frekuensi 2.600 MHz, sebaran jaringan 5G di Indonesia masih belum luas.

Namun, saat ini frekuensi tersebut telah digelar dan seluruh operator seluler telah memilikinya. Kondisi itu diharapkan dapat mendorong perkembangan layanan 5G dalam beberapa tahun ke depan.

“Harapannya tiga tahun ke depan kita melihat perkembangan teknologi 5G di Indonesia semakin pesat, semakin baik,” kata Angga.

Ia menambahkan, perkembangan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan cakupan teknologi 5G, tetapi juga berdampak pada kualitas layanan yang diterima masyarakat.

Selain kualitas layanan, Angga juga menekankan pentingnya keterjangkauan harga bagi masyarakat.

“Terutama kualitas layanan kepada publik dan juga harga yang terjangkau tentunya,” ujarnya.

Angga menilai penguatan konektivitas dan ekosistem digital membutuhkan kerja sama antara pemerintah, industri, dan masyarakat.

Menurutnya, peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat semangat menghadirkan infrastruktur dan ekosistem telekomunikasi digital yang semakin baik bagi masyarakat.