Kumparan Logo
Konten Media Partner

Warek UGM Minta Mahasiswa Tak Dibenturkan dengan Warga saat Unjuk Rasa

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Kemahasiswaan UGM, Hempri Suyatna (kiri) dan Wakil Rektor UGM Bdang Kemahasisawan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Arie Sujito (kanan). Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Kemahasiswaan UGM, Hempri Suyatna (kiri) dan Wakil Rektor UGM Bdang Kemahasisawan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Arie Sujito (kanan). Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Arie Sujito, meminta agar mahasiswa tidak dibenturkan dengan kelompok masyarakat dalam aksi demonstrasi.

Hal itu disampaikannya menyusul kericuhan dalam aksi Aliansi Masyarakat Sipil di Simpang Empat Gramedia, Kota Yogyakarta, Selasa (1/9) malam. Kericuhan terjadi setelah adanya sekelompok orang mengaku warga berusaha membubarkan paksa massa aksi sekitar pukul 22.00 WIB.

“Catatan yang saya kira sangat penting untuk kita garis bawahi adalah jangan benturkan mahasiswa ini dengan kelompok-kelompok masyarakat,” kata Arie dalam jumpa pers, Rabu (2/9).

Arie juga meminta kepolisian mengambil peran untuk melindungi mahasiswa maupun masyarakat ketika terjadi kericuhan. Menurutnya, kekerasan dalam aksi penyampaian pendapat seharusnya dapat dicegah.

Arie menilai Yogyakarta dapat menjadi contoh dalam upaya mengurangi hingga meniadakan praktik kekerasan dalam aksi demonstrasi.

“Situasi kericuhan sebagainya, saya berharap kepolisian bisa mengambil perannya untuk melindungi masyarakat, melindungi mahasiswa. Jangan sampai terjadi kekerasan,” ujarnya.

Aksi unjuk rasa mahasiswa di simpang empat Gramedia Jogja pada Selasa (1/9) malam. Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan UGM, Hempri Suyatna, mengungkapkan adanya 6 orang mahasiswa yang terluka dan sempat dilarikan ke RS Panti Rapih akibat kericuhan yang terjadi dalam aksi unjuk rasa di simpang empat Gramedia Jl Sudirman Jogja tersebut.

Hempri menyebut, 5 dari 6 mahasiswa merupakan mahasiswa UGM, sedangkan satu orang merupakan mahasiswa UNY.

Adapun luka yang dialami oleh para mahasiswa di antaranya lebam, memar, hingga sesak napas.

“Beberapa mungkin ada yang kena pukul, ada yang kena tendang, dan juga kena sikut dan sebagainya,” kata Hempri Suyatna kepada awak media di UGM, Rabu (2/9).

Hempri menyebut, keenam mahasiswa tersebut sudah dibolehkan pulang oleh pihak rumah sakit sekitar pukul 00.30 WIB.