Warga Keluhkan ISPA, Gubernur Luthfi Datangi Lokasi Kebakaran TPA Putri Cempo

Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, hingga Sabtu (5/9) belum berhasil dipadamkan. Kondisi tersebut mulai berdampak kepada warga sekitar yang mengeluhkan sejumlah gejala penyakit, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), akibat paparan asap kebakaran.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendatangi lokasi untuk mengecek langsung penanganan kebakaran sekaligus memastikan keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar TPA.
Luthfi meminta seluruh unsur terkait bergerak secara terpadu agar kebakaran segera ditangani hingga tuntas dan kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Pemprov Jawa Tengah bersama Pemkot Surakarta juga telah menggelar rapat singkat untuk membahas langkah penanganan kebakaran sekaligus mengevaluasi upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kebakaran TPA Putri Cempo ini sudah hari ketiga. Yang menjadi prioritas kita jangan sampai ini terulang kembali," katanya.
Mantan Kapolda Jateng itu juga meminta keselamatan warga menjadi prioritas. Kementerian Lingkungan Hidup telah melakukan pengecekan terkait kondisi dan kandungan udara di sekitar lokasi.
“Kami tidak ingin implikasi dari pada kebakaran ini berdampak kepada masyarakat di sekitarnya. Segera cek kesehatan warga terdampak,” kata dia.
Luthfi mengatakan Pemprov Jateng telah memerintahkan Dinas Kesehatan Jateng untuk menurunkan dokter spesialis ke wilayah permukiman di sekitar TPA.
“Kita lakukan pengecekan kesehatan di wilayah sekitar sini, memberikan jaminan kepastian kesehatan bagi masyarakat," kata Luthfi.
Helikopter Dikerahkan
Dalam upaya pemadaman, TNI dan Polri mengerahkan helikopter untuk membantu penanganan kebakaran dari udara. Namun, kapasitas pengangkutan air helikopter yang digunakan masih terbatas.
“Kami mengajukan dukungan tambahan melalui Lanud Adi Soemarmo kepada Mabes TNI. Polda telah memberikan helikopter. Tapi maksimalnya hanya 300 liter. Saya sudah bersurat lewat Danlanud kepada Mabes TNI untuk dikirim lagi nanti 2.000 liter untuk membackup ini," katanya.
Luthfi menambahkan, berdasarkan hasil pengecekan, masih terdapat titik api di dalam gunungan sampah. Bara dan asap juga masih terlihat keluar dari tumpukan sampah tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng Muhammad Natsir mengatakan sejumlah warga yang diperiksa mengeluhkan gejala ISPA.
Tenaga medis yang diterjunkan antara lain dokter spesialis paru, mata, serta telinga, hidung, dan tenggorokan (THT).
“Ada sekitar 30 orang kita periksa kesehatannya. Program spesialis dokter keliling diterjunkan. Spesialis paru, spesialis mata, dan spesialis THT. Keluhan warga gejala ispa,” kata Natsir.
Natsir mengatakan hingga saat ini belum ada warga yang harus dirujuk ke rumah sakit. Dinkes Jateng juga akan mendatangkan dokter spesialis kejiwaan untuk mengantisipasi dampak psikologis akibat kebakaran.
“Kita datangkan tenaga kesehatan spesialis jiwa. Harapannya karena ada dampak psikologis dari kebakaran ini, kita bisa mengantisipasi,” pungkasnya.
Ajukan Modifikasi Cuaca
Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan Pemkot Solo mengajukan modifikasi cuaca kepada BMKG berdasarkan saran dari BNPB.
"Tadi kami dapat saran dari BNPB untuk mengajukan permohonan ke BMKG untuk modifikasi cuaca. Ada juga penambahan kapasitas helikopter Super Puma untuk mengangkut 2.000 liter air water bombing,” kata Respati.
