Warung Mi dan Babi di Sukoharjo Dibakar OTK, Polisi Selidiki

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warung Makan Mie dan Babi Pinggir Sawah di Desa Parangjoro, Grogol, Sukoharjo dipasang garis polisi usai dibakar OTK, Sabtu (12/9/2026). Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Warung Makan Mie dan Babi Pinggir Sawah di Desa Parangjoro, Grogol, Sukoharjo dipasang garis polisi usai dibakar OTK, Sabtu (12/9/2026). Foto: Dok. kumparan

Warung Mi dan Babi Tepi Sawah yang berada di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo dibakar oleh orang tidak dikenal (OTK), Sabtu (12/9) pukul 03.30 WIB.

Tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut. Pantauan kumparan, lokasi kejadian dipasang garis polisi.

Mobil Polsek Grogol dan dua anggota berjaga di lokasi kejadian. Area yang dibakar ialah bagian pojok depan yang digunakan sebagai gudang dan kamar karyawan.

Sebelumnya, keberadaan warung ini sempat ditolak warga. Mereka memasang spanduk penolakan.

Polemik keberadaan warung tersebut membuat Pemkab Sukoharjo menggelar mediasi antara warga dan pemilik usaha. Namun tidak ada titik temu. Pemilik warung yang mengantongi izin memilih tetap berjualan.

Pemilik Warung Mi dan Babi Tepi Sawah, Jodi Sutanto, mengatakan kejadian ini telah dilaporkan ke pihak polisi.

“Kami sudah melaporkan kejadian ini dan polisi sudah mendatangi lokasi memasang garis polisi. Itu yang terbakar itu satu gudang, dan satu tempat tidur, dan atap,” ujar Jodi, Sabtu (12/9).

Dia mengatakan akibat kejadian ini menutup sementara tempat usahanya itu. Penutupan tersebut telah ia umumkan di akun medsos tempat usahanya.

Didatangi 4 Orang

Warung Makan Mie dan Babi Pinggir Sawah di Desa Parangjoro, Grogol, Sukoharjo dipasang garis polisi usai dibakar OTK, Sabtu (12/9/2026). Foto: Dok. kumparan

Terkait peristiwa pembakaran tersebut, Jodi menuturkan ada empat orang yang mendatangi tempat usahanya.

“Kejadian sekitar pukul 03.30 WIB. Saat itu warungnya didatangi empat orang tidak dikenal,” kata dia.

Dia menjelaskan tempat usahanya ini dijaga dua orang. Satu orang di bagian depan, dan satu orang lagi ada di bagian belakang.

“Jadi sebelum dibakar. Warung tersebut didatangi empat orang tak dikenal. Datang mendobrak pintu tempat tidur karyawan saya," katanya.

Dari keterangan karyawannya bernama Ali, Jodi mengatakan empat orang tak dikenal itu berbagi peran. Bahkan, ada yang menodongkan senjata tajam dan menyuruh keluar.

“Pelaku menyuruh saksi (karyawan warung) menjongkok di depan, dan mengatakan diam, lalu disuruh berhitung satu sampai seribu. Satu orang merusak barang, yang satu orang membakar gudang dan tempat tidur," paparnya.

Tidak ada luka sama sekali dari ancaman itu. Namun menurut Jodi, kasus ini tetap termasuk tindak pidana.

"Tidak ada penganiayaan, tidak ada pemukulan. Cuma hanya pengancaman biar tidak bergerak, supaya mereka bisa melakukan apa yang dia inginkan,” ucap dia.

Dia menyebut pelaku empat orang itu pakai penutup wajah semua atau sebo. Semua barang tidak ada yang hilang diambil dan hanya dirusak.

“Kejadian berlangsung sekitar 30-40 menit. Setelah membakar langsung pergi. Naik motor, saling berboncengan,” kata dia.

Dia menambahkan kedua karyawannya yang jadi korban pengancaman menjadi ketakutan dan trauma. Pihaknya menduga aksi ini sudah direncanakan karena CCTV juga terbakar

“Kami menyimpulkan jika pembakaran itu memang sudah direncanakan sebelumnya. Sebab, orang tak dikenal tersebut sudah membawa bensin,” tegasnya.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, mengatakan pihaknya telah menangani kasus ini dengan melakukan penyelidikan.

“Kita langsung selidiki, karena memang sengaja ada yang bakar. Ada saksi juga yang melihat," ujar Anggaito.