Ketika Tim Favorit Kalah, Kenapa Kita Ikut Merasa Kecewa?

Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Pamulang
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Muhamad Naufal Hakim tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pernah nggak sih, pas tim favorit kita kalah, mood ikut jadi jelek? Padahal kalau dipikir-pikir, yang main juga bukan kita. Kita cuma duduk nonton, dari rumah, warung, atau sambil rebahan di kamar.
Tapi kok anehnya, kita tetap merasa kecewa. Apalagi kalau dari awal tim yang kita dukung sudah yakin bakal menang. Sudah kebayang bakal senang setelah pertandingan, eh ternyata malah kalah. Rasanya cuma bisa ngomong, “LOHH, kok kalah?”
Hal seperti itu sebenarnya wajar. Apalagi kalau sudah suka sama satu tim, kita pasti ikut terbawa suasana. Kita mengikuti pertandingan mereka, tahu nama-nama pemainnya, bahkan sampai hafal jadwal pertandingannya. Jadi ketika mereka menang, kita ikut senang. Kalau mereka kalah, mau nggak mau kita ikut kecewa.
Kenapa Kekalahan Tim Favorit Bisa Bikin Kecewa?
Ternyata, rasa kecewa tersebut bukan cuma perasaan yang kita alami sendiri. Ada penelitian yang memang membahas bagaimana hasil pertandingan dapat memengaruhi emosi para penggemar sepak bola.
Dalam penelitian terhadap 333 penggemar sepak bola di Jepang, peneliti membandingkan kondisi emosional penggemar sebelum, saat, dan setelah pertandingan. Hasilnya, setelah pertandingan, penggemar dari tim yang kalah menunjukkan emosi negatif yang lebih tinggi dibandingkan penggemar dari tim yang menang. Mereka antara lain mengalami lebih banyak rasa marah, murung, kecewa, dan kurang rileks. ScienceDirect
Jadi, kalau setelah tim favorit kalah kita merasa kesal atau bad mood, ternyata ada penjelasan ilmiahnya juga. Hasil pertandingan memang bisa memengaruhi kondisi emosional seseorang, terutama ketika orang tersebut sudah memiliki keterikatan yang kuat dengan tim yang didukung.
Penelitian lain yang diterbitkan dalam Sport Management Review juga menemukan bahwa identifikasi seseorang terhadap tim berpengaruh terhadap kebahagiaannya setelah pertandingan. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa penggemar yang memiliki keterikatan kuat dengan tim lebih terpengaruh oleh hasil pertandingan dibandingkan mereka yang keterikatannya lebih rendah. ScienceDirect
Nah, mungkin itu sebabnya kadang kita merasa kekalahan tim favorit seperti ikut terjadi pada kita. Padahal yang bermain tetap para pemain di lapangan, sementara kita cuma duduk menonton.
Kadang yang bikin kecewa bukan cuma karena kalah. Ada juga pertandingan yang sebenarnya bisa dimenangin, tapi malah berakhir seri atau bahkan kalah. Nah, yang seperti ini biasanya bikin kepikiran.
Misalnya setelah pertandingan selesai kita langsung mikir, “Coba tadi peluangnya masuk...” atau “Kenapa tadi nggak main dari awal kayak begitu?” Padahal ya percuma juga dipikirin, hasilnya sudah selesai. Tapi namanya juga fans, pasti ada saja yang dibahas.
Belum lagi kalau habis pertandingan kita buka media sosial. Bukannya bikin tenang, malah kadang tambah kesel. Ada yang nyalahin pemain, ada yang nyalahin pelatih, ada juga yang malah berantem sama fans tim lain. Ujung-ujungnya pertandingan sudah selesai, tapi dramanya masih lanjut.
Tapi justru itu yang bikin jadi fans sepak bola seru. Kita bisa merasakan banyak hal cuma dari satu pertandingan. Bisa tegang pas nonton, senang kalau tim cetak gol, panik kalau kebobolan, sampai kesel sendiri kalau akhirnya kalah.
Yang lucu, biasanya rasa kecewa itu juga nggak lama-lama banget. Hari ini mungkin masih kesel, besok sudah mulai biasa lagi. Terus ketika ada pertandingan berikutnya, kita tetap nonton lagi.
Padahal sebelumnya sudah bilang, “AH, MALES NONTON LAGI.”
Tapi pas pertandingan berikutnya mulai, tetap aja buka streaming. WKWK.
Di situlah salah satu hal menarik dari menjadi fans sepak bola. Kita tahu tim yang kita dukung nggak mungkin selalu menang. Ada saatnya mereka tampil bagus, ada juga saatnya bikin kita geleng-geleng kepala.
Tapi meskipun begitu, kita tetap dukung.
Karena kalau sudah suka sama sebuah tim, rasanya nggak bisa cuma datang ketika mereka menang. Ketika kalah pun, kita tetap jadi bagian dari orang-orang yang berharap mereka bisa bangkit di pertandingan berikutnya.
Jadi kalau ada yang bilang, “Ngapain sih kecewa banget cuma gara-gara bola?”
Jawabannya mungkin simpel.
Karena buat kita, bola bukan cuma soal menang atau kalah. Ada rasa suka, harapan, dan cerita yang sudah kita ikuti dari waktu ke waktu.
Menang bikin senang, kalah bikin kecewa.
Tapi ujung-ujungnya...
NONTON LAGI.
