Mengapa Raphinha Bisa Menjadi Kunci Permainan Barcelona Musim Ini?

Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Pamulang
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Muhamad Naufal Hakim tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Barcelona terlihat sangat meyakinkan di awal musim La Liga 2026/2027. Tujuh kemenangan dari tujuh pertandingan membuat mereka mengawali musim dengan sempurna. Namun, yang paling menarik bukan hanya hasil akhirnya, melainkan bagaimana Barcelona mampu mencetak 31 gol dalam tujuh pertandingan tersebut.
Produktivitas tersebut menunjukkan bahwa permainan menyerang Barcelona sedang berada dalam kondisi yang sangat baik. Rata-rata 4,43 gol per pertandingan membuat lini depan mereka terlihat sangat efektif dalam memanfaatkan peluang. Menurut saya, jika permainan seperti ini bisa terus dipertahankan, Barcelona memiliki peluang besar untuk kembali menjadi salah satu tim yang diperhitungkan dalam persaingan gelar La Liga.
Di tengah produktivitas tersebut, Raphinha menjadi salah satu pemain yang paling menarik perhatian. Perubahan perannya di lini depan membuatnya bukan hanya menjadi pemain yang membantu serangan dari sisi lapangan, tetapi juga menjadi salah satu sumber gol utama Barcelona.
Awal Musim yang Luar Biasa
Barcelona mengawali pertandingan di La Liga dengan kemenangan 5-0 atas Elche. Setelah itu, mereka kembali meraih kemenangan atas Athletic Club dengan skor 2-0, Rayo Vallecano 5-2, dan Valencia 5-0.
Barcelona kemudian melanjutkan rekor tak terkalahkannya ketika menghadapi Levante dengan skor akhir 4-2. Setelah itu, mereka meraih kemenangan besar atas Racing Santander dengan skor 7-2. Sebelum jeda internasional, Barcelona menutup tujuh pertandingan awal La Liga dengan kemenangan 3-1 atas Sevilla.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa Barcelona bukan hanya konsisten dalam meraih kemenangan, tetapi juga memiliki kemampuan mencetak banyak gol. Kondisi ini membuat persaingan untuk menjadi pemain paling berpengaruh di lini depan menjadi semakin menarik.
Dari Winger ke Striker, Raphinha Makin Tajam Bersama Barcelona
Setelah kehilangan Lewandowski sebagai striker utama dan gagal mendapatkan striker Atletico Madrid, Julian Alvarez, Barcelona harus memanfaatkan pemain yang sudah tersedia di dalam skuad.
Barcelona memang sudah mendatangkan Gabriel Jesus sebagai striker murni, tetapi ia tetap membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan tim. Dalam kondisi tersebut, Raphinha kemudian muncul sebagai salah satu solusi di lini depan.
Perubahan posisi Raphinha sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru. Sebelumnya, pemain asal Brasil tersebut juga pernah berpindah dari winger kanan ke winger kiri sejak awal bergabung dengan Barcelona.
Namun, musim 2026/2027 membuat perubahan tersebut menjadi semakin menarik. Raphinha berhasil mencetak 12 gol dalam tujuh pertandingan pertama di La Liga. Bahkan, ia mencatat dua hat-trick dalam dua pertandingan secara beruntun, yaitu ketika Barcelona menghadapi Racing Santander dan Sevilla.
Menurut saya, ketajaman tersebut menjadi alasan utama mengapa Raphinha bisa disebut sebagai salah satu kunci permainan Barcelona musim ini. Ia tidak hanya mengandalkan kecepatan dan kemampuan melewati pemain lawan, tetapi juga mulai menunjukkan kemampuan sebagai penyelesai peluang.
Perubahan posisi tersebut membuat Raphinha bisa lebih sering berada di area yang berbahaya. Dengan semakin dekatnya posisi Raphinha dengan gawang lawan, peluangnya untuk mencetak gol juga menjadi lebih besar.
Wajah Baru Mulai Menarik Perhatian
Kondisi ini Membuat lini serang Barcelona tidak hanya bergantung pada satu pemain. Rapinha yang menjadi pencetak gol terbanyak, tetapi ada pemain lainnya yang juga kut berkontribusi.
Anthony Gordon, memulai awal musim di Barcelona dengan sangat baik, dia berhasil mencetak 4 Assist di 7 pertandingan. Karim adeyemi juga memulai musim dengan baik di Barcelona, walaupun membutuhkan waktu untuk beradaptasi, tapi Karim Adeyemi berhasil menciptakan 2 gol dan 2 assist dalam 7 pertandingan terakhir.
Selain itu Barcelona juga mendatangkan gelandang bertahan murni untuk memperkuat lini tengah, Rodri menjadi pilihan Hansi Flick karena kemampuannya sangat efektif untuk menambah penguasaan bola dan transisi Barcelona.
Masih Terlalu Awal untuk Membuat Kesimpulan
Catatan tujuh kemenangan dan 31 gol tentu menjadi awal yang sangat bagus bagi Barcelona. Namun, perjalanan mereka masih panjang dan lawan yang lebih berat sudah menunggu.
Setelah jeda internasional di bulan Oktober, Barcelona harus menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) pada 20 Oktober 2026 di Parc des Princes dalam matchday 3 fase liga Liga Champions 2026/2027.
Lima hari setelah menghadapi PSG, Barcelona akan kembali menjalani pertandingan penting. Kali ini mereka akan menghadapi Real Madrid dalam El Clásico pada 25 Oktober 2026 di Spotify Camp Nou. Pertandingan tersebut menjadi pertemuan pertama Barcelona dan Real Madrid di La Liga musim 2026/2027.
Dua pertandingan tersebut bisa menjadi ujian penting bagi Barcelona, termasuk bagi Raphinha. Menurut saya, pertandingan melawan tim-tim besar akan menjadi kesempatan untuk melihat apakah ketajaman Raphinha di awal musim memang bisa bertahan ketika menghadapi tekanan yang lebih besar.
Jika Raphinha mampu mempertahankan performanya dan tetap menjadi sumber gol Barcelona, perannya akan semakin penting sepanjang musim. Bagi saya, Raphinha bukan hanya sedang menikmati awal musim yang bagus, tetapi juga sedang menunjukkan bahwa dirinya bisa menjadi salah satu pemain yang menentukan perjalanan Barcelona musim ini.
