Mengakhiri Kelaparan: Langkah Untuk Indonesia Baik

Sekolah SMA Citra Berkat Tangerang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Agnes Feronika tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kelaparan merupakan masalah serius yang masih terjadi di Global. Faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu kemiskinan, perubahan iklim, maupun distribusi pangan yang tidak merata. Namun, dibalik faktor-faktor yang mempengaruhi yang diberikan, kelaparan juga memiliki dampak yang lebih buruk yang harus diwaspadai. Kelaparan memberikan dampak buruk terhadap kesehatan, produktivitas masyarakat, pendidikan, maupun pertumbuhan anak. Kelaparan tidak sekedar kondisi tidak memiliki makanan, akan tetapi berdampak bagi segala aspek kehidupan.
Indonesia merupakan negara yang mengalami tingkat kelaparan tertinggi. Hasil dari tingkat kelaparan, Indonesia berada pada tingkat 77 dari 127 tingkat kelaparan tertinggi di Dunia dalam Indeks Kelaparan Global (GHI). Dalam peringkat tersebut bukanlah kabar yang mengenakkan. Dimana Indonesia merupakan negara yang memiliki lahan pertanian yang cukup luas. Sehingga Indonesia dapat memiliki peringkat yang lebih rendah atas tingkat kelaparan yang terjadi.
Gizi Buruk merupakan kondisi disaat tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang baik. Seperti kekurangan zat-zat penting yaitu protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan tubuh dan menjaga fungsi-fungsi tubuh. Pada dasarnya gizi buruk terjadi pada anak-anak dan dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat atau disebut juga dengan stunting. Masalah ini disebabkan oleh pola makan yang tidak seimbang atau tidak perhatikan, kemiskinan, dan minimnya informasi mengenai gizi buruk. Anak dengan gizi buruk dapat berisiko seperti gangguan pada pertumbuhan, perkembangan otak, sistem kekebalan tubuh, dan serta risiko penyakit dalam.
Perbaikan Gizi merupakan upaya untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas asupan makanan dan pola makan. Perbaikan gizi dapat melibatkan seperti edukasi terhadap perbaikan gizi dan pemberian makanan tambahan, kemudian sasaran yang terutama ialah balita maupun anak-anak. Upaya ini sangat penting dikarenakan dapat mencegah gizi buruk atau stunting. Jika tidak ditangani dengan cepat, dapat berdampak jangka panjang terhadap kehidupannnya maupun lingkungan sekitar.
Cadangan Makanan merupakan simpanan makanan jangka panjang terhadap kehidupannya. Cadangan makanan disiapkan untuk memastikan masyarakat tetap memiliki makanan disaat bencana. Namun, dalam beberapa kasus banyak terjadinya hal-hal yang kurang mengenakkan. Dimana terjadinya penyalahgunaan, penimbunan, dan ketergantungan masyarakat. Sehingga masyarakat dianjurkan untuk menambahkan wawasan, perencanaan maupun pembangunan mengenai cadangan makanan tersebut.
Produksi Pangan Berkelanjutan merupakan upaya menghasilkan makanan dengan ramah lingkungan. Produksi pangan berkelanjutan dapat berdamapk bagi generasi mendatang dikarenakan menjaga kelestarian hayati, menjamin ketersediaan pangan dan mendorong ekonomi atau keadilan sosial. Kemudian dari produksi pangan berkelanjutan ini juga dapat memberikan hasil yang baik seperti mendorong inovasi dan teknologi dan mengurangi ketergantungan masyarakat pada bahan kimia. Namun, ada beberapa dampak negatif, semua itu dapat teratasi dimana disaat kebijakan, pendidikan, dan teknologi yang memadai.
Dalam Tanggung Jawab Bersama ini merupakan kewajiban. Dimana mengakhiri kelaparan dapat membuat kita menjadi satu, bekerja sama dan menciptakan inovasi yang berkelanjutan untuk mengakhiri kelaparan. Dimulai mencari akar permasalahan, banyak sekali permasalahan yang terdiri konflik dan perubahan iklim. Kemudian meningkatkan produksi pangan dan distribusi yang adil, investasi pendidikan maupun kesehatan, dan kesadaran masyarakat yang itu sendiri. Selain itu, dukungan dari sektor-sektor pemerintah, masyarakat sangat penting dalam membangun sistem pangan yang tangguh.
Sehingga, masalah kelaparan ini masih harus ditangani secara cepat dan efektif. Dikarenakan agar masalah ini dapat selesai atau berkurang secepatnya. Agar korban-korbannya tidak semakin bertambah dikarenakan masalah yang tidak kunjung selesai. Dan menuju Indonesia tanpa krisis kelaparan yang berkelanjutan.
