Tim KKN Tematik UNDIP X Exovillage 2021 Susun Roadmap Pengembangan Wisata Plajan
Tulisan dari Ni Ketut Anindita Meutiasari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pariwisata adalah salah satu sektor yang terdampak paling awal akibat pandemi COVID-19, mengingat salah satu instrumen untuk menekan kenaikan jumlah kasus adalah dengan membatasi mobilitas manusia. Saat dimana batas-batas antarnegara diperketat, bahkan ditutup sama sekali, dan mobilitas yang diijinkan untuk melintas hanyalah yang sifatnya ‘esensial’. Sedangkan pariwisata, tentu saja tidak termasuk dalam kategori ‘esensial’ tersebut membuat sektor pariwisata mengalami lonjakan jumlah penurunan wisatawan yang sangat tajam.
Dalam rangka memulihkan geliat pariwisata, beberapa langkah telah dilakukan pemerintah pusat, melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, antara lain mempersiapkan buku pedoman sebagai panduan teknis berskala global yang mengacu pada tiga kata kunci yakni kebersihan, kesehatan, dan keamanan demi meningkatkan keyakinan dan kepercayaan diri (trust and confidence) sebagai landasan dalam percepatan pemulihan.
Selain itu, pemerintah juga melaksanakan edukasi, sosialisasi, dan simulasi sebagai persiapan awal memulai pariwisata kembali dimana secara umum, proses pemulihan ini akan memerlukan kerangka kebijakan yang kokoh dan kemitraan yang solid antar pemangku kepentingan pariwisata, dalam rangka menentukan pemulihan yang diinginkan dan mewujudkannya secara kolektif.
Adapun dampak adanya pandemi juga turut dirasakan Desa Plajan mengingat Desa Plajan merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Jepara, tepatnya di Kecamatan Pakis Aji yang kaya akan potensi pariwisata. Pengelolaan wisata di Desa Plajan sendiri sebelumnya sudah terkelola dengan baik dimana tingkat kunjungan yang relatif tinggi. Namun, saat ini sebagai salah satu imbas dari COVID-19 yang menyebabkan adanya pembatasan mobilitas tentunya juga berdampak pada penurunan kunjungan wisatawan hingga pada akhirnya membuat para pengelola wisata dengan terpaksa mengurangi kuantitas pengelolaan dan bahkan menghentikan sejenak pengelolan serta pengoperasian destinasi wisata.
Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro x Exovillage merupakan sebuah bentuk kerjasama Universitas Diponegoro dengan Exovillage dengan menerjunkan mahasiswa untuk menggali potensi desa yang ada di Indonesia. Kegiatan KKN-T tersebut mengusung tema "Pemetaan Potensi Desa dalam Upaya Pencapaian SDG's" yangmana bertujuan untuk mengoptimalisasikan setiap potensi desa untuk dapat dikembangkan menjadi produk wisata.
Exovillage merupakan inovasi berbasis digital berupa sebuah start-up yang membantu desa dalam mengekspos dan mempromosikan potensi yang dimiliki kepada masyarakat luas tanpa memandang batas lintas daerah. Platform Exovillage berisi informasi mengenai spot-spot potensi desa mulai dari destinasi, aktivitas, kuliner, biro tour, toko suvenir dan bahkan bisa menjadi marketplace untuk memasarkan produk olahan maupun kerajinan warga lokal.
Kegiatan KKN-T UNDIP x Exovillage berlangsung selama 2 (bulan) dengan rincian waktu dari tanggal 26 Oktober hingga 26 Desember 2021. Melalui Kegiatan KKN-T ini, 2 (dua) orang mahasiswi Universitas Diponegoro yang tergabung menjadi tim KKN Tematik Desa Plajan melaksanakan beberapa program kerja sebagai berikut:
Program Identifikasi Potensi Desa
Program Pemberdayaan Masyarakat
Program Literasi Digital
Program Penyusunan Roadmap Pengembangan Destinasi Wisata
Program Identifikasi Potensi Desa dimaksudkan sebagai langkah awal dalam memetakan dan menggali potensi desa di Plajan yang nantinya sangat potensial untuk dikembangkan menjadi lebih baik lagi.
Adapun setelah diperoleh identifikasi masing-masing potensi desa, dilanjutkan dengan melaksanakan program selanjutnya yakni Program Pemberdayaan masyarakat dimana melalui program ini, peserta KKN diminta untuk menyiapkan dan membentuk kader yang terdiri dari perwakilan pemuda Pokdarwis dan Karang Taruna di Desa Plajan.
Harapan dari terbentuknya kader dari perwakilan pemuda ialah tidak lain sebagai wujud pemberdayaan masyarakat melalui Program Literasi Digital dengan mengenalkan platform Exovillage dan program pelatihan pengembangan potensi desa.
Kegiatan KKN ditutup dengan rangkaian program yang terakhir yakni Program Penyusunan Roadmap Pengembangan Destinasi Wisata. Melalui Roadmap yang telah disusun tim KKN Tematik UNDIP x Exovillage, baik Pemerintah Desa Plajan, Pokdarwis maupun Karang Taruna Desa Plajan diharapkan mampu memahami arah pengembangan potensi desa khususnya potensi pariwisata di masa mendatang sehingga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Dengan terselenggaranya kegiatan KKN Tematik UNDIP x Exovillage, diharapkan setiap potensi desa yang ada di seluruh Indonesia dapat tereksplorasi secara keseluruhan dan semakin berkembang hingga pada akhirnya turut berkontribusi dalam pencapaian SDG's.

