Lempeni, Tanaman Legenda Penuh Kenangan dengan Segudang Manfaat

Pegawai Badan Riset dan Inovasi Nasional
Konten dari Pengguna
21 Juli 2022 17:11
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari MadeYuliasih tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Mendengar kata “Lempeni” sudah tidak asing lagi bagi generasi era 70-an. Anak -anak berlomba-lomba menemukan pohon lempeni untuk diambil buahnya. Buah lempeni ini dipakai sebagai amunisi dalam permainan perang-perangan. Menggunakan senapan berbahan bambu kecil dengan lubang di dalamnya sebesar ukuran buah lempeni. Dilengkapi dengan alat sebagai pendorong amunisi, yang berbahan dari kayu atau bambu berbentuk bulat menyesuaikan dengan ukuran lubang bambu.
Tanaman lempeni (Foto : Flora Dirgantara)
zoom-in-whitePerbesar
Tanaman lempeni (Foto : Flora Dirgantara)
Tanaman yang melegenda tidak hanya bagi anak-anak di zamannya tetapi juga bagi orang tua. Mengingat lempeni banyak dimanfaatkan untuk pagar hidup sebagai pembatas antara lahan milik warga yang satu dengan warga lainnya, di samping pemanfaatannya sebagai tanaman hias.
ADVERTISEMENT
Seiring dengan kemajuan teknologi, kemunculan gadget, permainan tradisional dengan memanfaatkan kekayaan alam mulai ditinggalkan. Begitu halnya dengan tanaman lempeni sudah mulai langka dan jarang ditemukan.
Lempeni yang merupakan tumbuhan semak yang selalu hijau sepanjang tahun, memiliki batang kecil dan dapat tumbuh hingga tinggi 5 m. Daun muda berwarna hijau kemerahan dengan panjang 8-20 cm, berbentuk lonjong. Bunganya berkelompok dan muncul dari ketiak daun, berbentuk bintang.
Tanaman lempeni memiliki nama latin “Ardisia Elliptica”, termasuk kedalam famili myrsinacea berasal dari pantai barat India, Sri Langka, Indochina, Malaysia, Indonesia dan New Guinea. Dengan tingkat reproduksi yang tinggi sehingga cenderung menjadi spesies invasife di lokasi lain di daerah tropis yang menanamnya sebagai tanaman hias.
ADVERTISEMENT
Buah lempeni saat matang berwarna merah dan berubah menjadi hitam saat masak, daging buahnya berwarna putih memiliki diameter kurang lebih 6 mm. Tanaman ini dapat dimakan dan memiliki segudang manfaat bagi kehidupan manusia.
Penelitian yang dilakukan Abdullah, dkk (2010), menyatakan bahwa buah dan daun lampeni dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan penyakit perut. Shubhra,dkk. (2013) juga melaporkan bahwa ekstrak Etanol dari buah lempeni yang diambil dari Chittagong, Bangladesh efektif sebagai obat diare.
Tunas daun muda dapat dijadikan sebagai lalapan maupun dimasak (Lim,2012). Ekstrak buah kering lempeni dilaporkan memiliki kandungan antibakteri (Phadungkit & Luanratana,2006), bagian batang dan daunnya mengandung senyawa Antivirus (Chiang, 2003).
Jianhong,dkk. (2010) dalam penelitiannya mengungkap bahwa buah lempeni mengandung senyawa Asam syringic, Isorhamnetin, B-amyrin dan Quercetin. Quercetin adalah senyawa yang dilaporkan bertanggung jawab atas aktivitas antioksidan (Urmila,dkk.2011). Ekstrak lempeni dapat menghambat pertumbuhan bakteri kemungkinan karena ekstrak mengandung senyawa yang bersifat sebagai anti bakteri.
ADVERTISEMENT
Sejalan dengan penelitian yang dilakukan Agus Hendra dan Nyoman Lugrayasa peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terhadap ekstrak lempeni yang diambil dari daerah Kerambitan Tabanan Bali, mempunyai kemampuan sebagai antioksidan dengan kategori rendah. Ekstrak lempeni efektif untuk menghambat pertumbuhan bakteri seperti bakteri Salmonella typhimurium dan Streptococcus mutans.
Bila ingin mengetahui lebih jauh tentang tanaman lempeni, BRIN sebagai tempat konservasi berbagai jenis tanaman langka merupakan tempat yang tepat untuk menambah wawasan tentang tanaman. (yul)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020