Kumparan Logo

AS-Iran Capai Kesepakatan Damai, Selat Hormuz Bakal Dibuka 19 Juni 2026

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perahu-perahu di Selat Hormuz di Selat Hormuz di tengah konflik AS-Israel dengan Iran seperti terlihat dari Musandam, Oman, Senin (2/3/2026). Foto: Amr Alfiky/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Perahu-perahu di Selat Hormuz di Selat Hormuz di tengah konflik AS-Israel dengan Iran seperti terlihat dari Musandam, Oman, Senin (2/3/2026). Foto: Amr Alfiky/REUTERS

Amerika Serikat (AS) dan Iran mengatakan telah mencapai kesepakatan sementara. Keduanya juga sepakat akan menghentikan perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

Dikutip dari Bloomberg, Senin (15/6), para pejabat dari kedua negara akan bertemu di Swiss pada tanggal 19 Juni untuk secara resmi menandatangani perjanjian tersebut, sebuah keputusan yang menunjukkan bahwa beberapa aspek kesepakatan mungkin masih belum terselesaikan.

Belum ada teks yang dirilis oleh kedua pihak, sehingga poin-poin yang paling menjadi kendala akan dibahas pada tahap pembicaraan selanjutnya. Namun, Presiden AS Donald Trump pada Sabtu lalu berjanji bahwa kesepakatan akan tercapai pada Minggu, hari ulang tahunnya yang ke-80, dan dia telah berupaya keras agar hal itu segera dilaksanakan.

“Kesepakatan hebat ini akan membawa perdamaian dan keamanan ke seluruh wilayah,” kata Trump dalam sebuah unggahan di media sosial. Ia mengatakan selat itu akan dibuka pada 19 Juni, setelah perjanjian ditandatangani dan ranjau-ranjau disingkirkan dari jalur air tersebut.

Pengumuman itu pertama kali disampaikan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, dan kemudian diikuti oleh Trump dan media pemerintah Iran, yang menggambarkan kesepakatan itu sebagai penyerahan diri oleh AS. Para pejabat Iran mengatakan teks tersebut akan dipublikasikan setelah perjanjian ditandatangani.

“Iran secara resmi memaksa musuh AS-Israel untuk mengakhiri perang di semua lini,” kata televisi pemerintah Iran.

video story embed

Sementara itu, ratusan kapal terjebak di kedua sisi selat, mengacaukan pasar energi global. Harga minyak turun setelah berita tersebut, meskipun detail kesepakatan masih belum terselesaikan.

Harga minyak Brent turun lebih dari 4 persen menuju USD 83 per barel, setelah ditutup pekan lalu pada level terendah dalam lebih dari tiga bulan. Kontrak berjangka indeks saham AS naik, sementara dolar melemah terhadap mata uang negara-negara G10 lainnya.

“Ini masih merupakan langkah optimisme, bukan kepastian. Kecemasan tidak akan sepenuhnya mereda sampai kesepakatan ditandatangani, artinya investor tetap harus berhati-hati," kata analis utama untuk Asia Pasifik dan Timur Tengah eToro Ltd, Josh Gilbert.

Kesepakatan ini akan membantu menghilangkan kekhawatiran kembalinya konflik yang telah menghancurkan pasar energi global dan meningkatkan risiko gelombang inflasi. Kesepakatan ini juga akan mengurangi sebagian tekanan politik yang akan dihadapi Trump menjelang pemilihan paruh waktu pada bulan November. Jajak pendapat menunjukkan bahwa perang ini sangat tidak populer di kalangan warga Amerika.

Bahkan saat merayakan kesepakatan itu, Trump mengatakan kepada New York Times dalam sebuah wawancara pada hari Minggu bahwa jika kesepakatan tentang program nuklir Iran tidak tercapai, ia dapat memulai kembali serangan militer.

Kedua belah pihak sudah memberikan pandangan berbeda terhadap kesepakatan itu beberapa menit setelah diumumkan, menunjukkan betapa sulitnya mencapai kesepakatan mengenai isu-isu yang masih belum terselesaikan.

Iran mengatakan kapal-kapal yang melewati selat tersebut akan diatur oleh Iran dan Oman, menunjukkan bahwa Teheran akan berupaya mempertahankan kendali atas jalur air tersebut. Selain itu, Iran mengatakan selama 60 hari negosiasi bahwa mereka akan berupaya untuk menghapus semua sanksi primer dan sekunder, serta resolusi terhadap Iran.

Langkah apa pun terkait hal tersebut membutuhkan persetujuan dari Kongres AS, yang memberlakukan beberapa sanksi paling keras, dan kemungkinan akan memicu protes dari kelompok garis keras terhadap Iran di AS yang khawatir Trump akan melepaskan pengaruh AS.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada wartawan sebelum menaiki pesawat kepresidenan Air Force One di Bandara Internasional Palm Beach, West Palm Beach, Florida, pada Senin (23/3/2026). Foto: Roberto SCHMIDT/AFP

Satu hal yang belum jelas yakni terkait insentif finansial yang akan diterima Iran. Seorang pejabat senior AS mengatakan kedua pihak sedang mengupayakan kesepakatan di mana Iran akan mendapatkan imbalan ekonomi setiap kali memenuhi serangkaian tuntutan AS. Terdapat unsur di mana Iran mendapatkan bantuan untuk membangun kembali dari kampanye pengeboman AS dan Israel yang menargetkan ribuan lokasi di seluruh negeri.

AS dan Iran tetap sangat tidak mempercayai satu sama lain dan masih ada pertanyaan serius tentang kemampuan mereka untuk mencapai kesepakatan yang lebih luas. Faktor lain yang mempersulit adalah Israel, di mana pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membahayakan penandatanganan kesepakatan pada menit terakhir dengan serangan baru terhadap Lebanon.

Trump mungkin akan menghadapi reaksi keras dari kelompok garis keras terhadap Iran di dalam negeri yang khawatir bahwa ia hanya mengabaikan isu-isu seperti kemampuan nuklir Iran dan program rudal balistiknya, yang merupakan alasan utama ia memulai perang tersebut.

Namun Iran juga menuntut akses ke dana miliaran dolar yang dibekukan di rekening bank luar negeri, serta keringanan sanksi jangka panjang. Beberapa negara Eropa, termasuk Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia, mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka siap mencabut sanksi terkait jika kesepakatan tercapai.

Pengumuman itu merupakan hasil dari negosiasi tidak langsung selama berminggu-minggu yang telah berlangsung antara Washington dan Teheran sejak gencatan senjata diberlakukan pada awal April, dengan bentrokan yang terjadi secara berkala mengancam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang.

Iran menutup Selat Hormuz tak lama setelah pemboman oleh AS dan Israel memicu perang, mengganggu jalur yang biasanya dilalui seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Titik transit bagi kapal yang masuk dan keluar Teluk Persia tetap sangat terhambat, dengan penyeberangan hanya sebagian kecil dari tingkat sebelum perang.