Kumparan Logo

Bursa Hong Kong Bakal Hapus Jeda Siang, Perdagangan Hanya Pembukaan & Penutupan

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Bursa Efek Hong Kong. Foto: Jack Hong/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bursa Efek Hong Kong. Foto: Jack Hong/Shutterstock

Bursa Efek Hong Kong (Hong Kong Exchanges & Clearing/HKEX) tengah mempertimbangkan jam perdagangan saham dengan menghapus jeda siang. Jika diterapkan, perdagangan saham akan berlangsung secara berkelanjutan dari pembukaan hingga penutupan, tanpa istirahat di tengah hari.

Dilansir Bloomberg, Rabu (22/7), rencana tersebut menjadi perpanjangan jam perdagangan pertama HKEX dalam lebih dari satu dekade. Selain menghapus jeda siang, bursa juga mengkaji opsi memulai perdagangan 30 menit lebih awal, yakni pukul 09.00 waktu setempat, serta membuka sesi perdagangan malam yang akan beririsan dengan awal perdagangan di Amerika Serikat (AS).

Meski masih dalam tahap awal pembahasan, usulan tersebut telah memicu pro dan kontra di kalangan pelaku pasar. Perusahaan sekuritas lokal mempertanyakan apakah potensi peningkatan volume transaksi sebanding dengan beban operasional akibat jam kerja yang lebih panjang.

"Tenaga kerja dan sumber daya yang dibutuhkan untuk perubahan ini terlalu besar dibandingkan hasil yang akan diperoleh," kata Ketua Kehormatan Permanen Hong Kong Securities & Futures Professionals Association, David Wong.

Bagi banyak pialang lokal, jeda siang selama ini dimanfaatkan untuk menyelesaikan rekonsiliasi transaksi pagi, mengurus administrasi, hingga bertemu klien. Jika dihapus, aktivitas tersebut dinilai akan lebih sulit dilakukan.

video story embed

Sementara itu, bank investasi global dan perusahaan sekuritas besar dinilai lebih siap menghadapi perubahan karena memiliki sumber daya untuk mengatur sistem kerja bergiliran bagi karyawannya.

HKEX menyatakan perubahan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan daya saing Hong Kong sebagai pusat keuangan internasional. Bursa juga terus meninjau berbagai peluang untuk memperluas akses investor ke pasar modal Hong Kong.

Ikut Tren Bursa Global

Rencana HKEX tersebut sejalan dengan tren sejumlah bursa saham dunia yang mulai memperpanjang jam perdagangan untuk mengakomodasi aktivitas investor global.

Bursa Korea, misalnya, mengusulkan hampir menggandakan jam perdagangan menjadi 12 jam per hari. Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun lalu juga menyatakan akan mempertimbangkan penambahan satu jam perdagangan, baik pada sesi pembukaan maupun penutupan. Di Taiwan, otoritas bursa berencana memajukan waktu perdagangan odd lot menjadi pukul 09.00 serta mengkaji perpanjangan jam perdagangan hingga 90 menit.

Pendukung kebijakan tersebut menilai perdagangan yang lebih panjang akan meningkatkan fleksibilitas investor dan memperbesar tumpang tindih dengan pasar internasional.

Direktur Pelaksana Asia Pasifik Interactive Brokers, David Friedland, mengatakan sudah terdapat permintaan terhadap perdagangan di luar jam reguler. Menurutnya, sesi yang lebih panjang dapat meningkatkan partisipasi investor asing.

Namun, sebagian pelaku pasar menilai manfaatnya belum tentu sebanding dengan risikonya. Kepala Equities and Post-Trade Asia Securities Industry & Financial Markets Association (ASIFMA), Lyndon Chao, mengingatkan bahwa sesi malam berpotensi meningkatkan aktivitas spekulatif ketika likuiditas pasar lebih rendah.

Selain itu, muncul pertanyaan mengenai respons bursa Shanghai dan Shenzhen, mengingat sekitar 23 persen nilai transaksi pasar saham Hong Kong pada 2025 berasal dari investor China daratan melalui skema Southbound Stock Connect.

Sejumlah pelaku industri juga menilai peningkatan daya saing pasar seharusnya difokuskan pada langkah lain, seperti memangkas biaya transaksi, meningkatkan efisiensi penggunaan modal melalui cross-margin, serta memperluas produk derivatif, dibanding sekadar memperpanjang jam perdagangan.